Terindikasi Bermasalah, Kadishub Simalungun akan Hentikan Koordinator Jukir Perdagangan

Kadishub Kabupaten Simalungun, Roni Butar Butar dan jukir tepi jalan di Perdagangan.

Simalungun, Lintangnews.com | Terindikasi bermasalah, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Simalungun akan hentikan aktifitas koordinator juru parkir (jukir) tepi jalan, Sahat Simanjuntak di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Roni Butar-Butar saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (4/11/2019) kemarin.

“Kita hentikan nanti dia sebagai perpanjangan tangan dinas atau koordinator jukir. Paling lambat akhir bulan November ini. Asal ditelepon minta laporan setiap hari tak pernah jujur,” tegas Roni.

Diketahui pengangkatan koordinator atau perpanjangan tangan dinas terhadap Sahat Simanjuntak mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Simalungun Tahun 2018 Nomor 6).

Selanjutnya, Perda Nomor 8 Tahun 2018 tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 31 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Jasa Umum Bidang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan.

Perbup Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pembentukan, Kedudukan Susunan Organisasi Tugas Pokok dan fungsi serta tata Cara Kerja UPTD pada Dishub (Berita Daerah Tahun 2018 Nomor 338).

Kemudian, Perbup Nomor 31 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Bidang Pelayanan Parkir Tepi Jalan (Berita Daerah Kabupaten Simalungun Tahun 2012 Nomor 142) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Perbup Nomor 29 Tahun 2019 (Berita Daerah Kabupaten Simalungun Tahun 2019 Nomor 400).

“Jadi pengelolaan parkir tepi jalan tidak kita pihak ketigakan, tetapi perpanjangan tangan dinas. Karena memberdayakan masyarakat sekitar sesuai Peraturan daerah dan Perbup,” tukas Roni.

Sahat Simanjuntak merupakan koordinator jukir tepi jalan di 5 Kecamatan meliputi Kecamatan Bandar, Pematang Bandar, Bandar Masilam, Bosar Maligas dan Ujung Padang.

Ditemui terpisah, Sahat mengatakan, sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) yang diterbitkan Kadishub, Roni Butar Butar tidak dicantumkan kapan berakhirnya masa. Namun jika sudah tidak dibutuhkan, SPT dapat bisa berakhir.

“Masing-masing Kecamatan diterbitkan SPT. Saya dihunjuk sebagai coordinator atau perpanjangan tangan dinas mengutip dan menyetorkan ke dinas. Target sebesar Rp 40 juta,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, pencapaian target dinas itu termasuk dari partisipatif perusahaan perusahaan dan pertokoan seperti Indomaret, Alfamaret dan parkiran malam hari Rp 2 juta per bulan yang dikelola Ramlan Manalu.

“Iya termasuk dari parkir malam di Kecamatan Bandar. Ramlan Manalu saya hunjuk melaksanakan dan sebesar Rp 2 juta per bulan. Parkir di RSUD Perdagangan dikelolanya (Ramlan Manalu) tidak termasuk,” tukasnya.

Menindaklanjuti informasi dihimpun, mara Manurung, jukir di RSUD Perdagangan membenarkan dirinya menyetor kepada Ramlan Manalu. “Iya sama Ramlan. Rp 80 ribu per hari,” ucapnya dan mengaku memperoleh Rp 180 ribu per hari. (Zai)