DBD di Desa Tanah Rakyat, Kadis Kesehatan Asahan Jelaskan Pengobatannya

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Asahan, Aris Yudhariansyah.

Asahan, Lintangnews.com | Masyarakat Desa Tanah Rakyat, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan hingga saat ini masih ada terjangkit penyakit Demam Berdarah Denque (DBD) sebanyak 5 orang.

Penyakit yang menyerang warga secara menular dan bergantian itu mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Sebelumnya Camat Pulo Bandring, Berani Simbolon mengatakan, penyakit yang menyerang warga mengarah ke DBD sebanyak  5 orang sudah terdata positif.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Asahan, Aris Yudhariansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, pastinya Puskesmas melaksanakan Standard Operational Procedural (SOP) nya, seperti  pemberantasan sarang nyamuk.

Selanjutnya, untuk penanganan warga yang sudah terjangkit DBD, Aris Yudhariansyah menjelaskan soal pengobatannya.

Jika terinfeksi virus dengue, maka melakukan pengobatan di rumah untuk menggantikan di Rumah Sakit (RS) bisa menjadi alternatif untuk pemulihan yang cepat dan mengurangi gejalanya.

Hal ini dikarenakan tidak ada penanganan spesifik untuk DBD, kebanyakan pasien biasanya pulih dalam 2 minggu.

“Jika anda atau keluarga mengalami gejala DBD ringan, maka ada baiknya melakukan hal-hal berikut sebagai pengobatan awal untuk mencegahnya agar tidak semakin parah dan mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak,” ujarnya, Sabtu (24/8/2019).

Pasien DBD sebisa mungkin mencukupi asupan cairan. Dari mulai air putih hingga jus buah sebaiknya dikonsumsi oleh pasien. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi karena demam, serta membantu menurunkan demam.

Selain itu, mengkonsumsi banyak air juga membantu meringankan gejala seperti kram otot dan sakit kepala, karena keduanya timbul akibat dehidrasi. Air juga akan membantu menghilangkan racun berlebih dalam tubuh untuk dikeluarkan melalui urine.

“Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri, seperti Paracetamol dapat menjadi pilihan untuk meringankannya. Periksakan ke dokter untuk mengetahui obat mana yang sebaiknya dikonsumsi,” tutup Aris Yudhariansyah. (Handoko)