Terungkap Ini Motif Guru SD Cinta Rakyat 3 Dibunuh Tetangganya

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan bersama pelaku YS yang membunuh Elpi Manik.

Simalungun, Lintangnews.com | Misteri kasus pembunuhan terhadap korban Elpi Manik (25) warga Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (6/1/2019) sekira pukul 17.00 WIB, akhirnya terungkap.

Ternyata, pelaku pembunuhan terhadap wanita muda yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) Cinta Rakyat 3 itu adalah YS merupakan tetangga depan rumahnya dan selama ini tinggal bersama opungnya (nenek).

Pengungkapan kasus itu dilakukan Satuan Reskrim Polres Simalungun setelah memerika saksi-saksi dan penyelidikan yang panjang serta sulit. Namun, berkat kegigihan Sat Reskrim, pelaku pun berhasil dibekuk, pada Minggu (6/1/2019) sekira pukul 17.00 WIB saat sedang bersembunyi di Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan (Tapsel).

Motif pelaku pun terungkap, yakni berawal dari rencana mencuri hingga berujung pada tragedi terjadinya pembunuhan.

“Karena tidak ada uang, saya mau mencuri. Rupanya kepergok dan menjerit jadi saya cekik dia (korban.red),” kata pelaku YS kepada awak media di depan rumah korban saat digelar pra rekonstruksi yang langsung dipimpin Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Senin (7/1/2019).

Pra rekonstruksi itu disaksikan ratusan warga sekitar. Ada 6 Tempat Kejadian Perkara (TKP) rangkaian pembunuhan tersebut. Dari mulai pelaku masuk ke dalam rumah melalui jendela depan. Terpergok korban saat berada di dalam rumah. Berlanjut korban dibuang ke dalam saluran irigasi yang berjarak hingga kurang lebih 1 km dari rumah korban.

“Pelaku awalnya sudah mengamati rumah korban dari rumahnya. Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah hendak mencuri, namun terpergok korban hingga terjadi pergumulan. Bahkan korban sempat menjerit minta tolong saat malam kejadian itu,” kata AKBP Marudut di sela-sela pra rekonstruksi.

Dalam pra rekonstruksi itu terungkap juga, jika pelaku mengira korban sudah meninggal duia saat dibawa keluar rumah dari pintu belakang dan sempat diletakkan di parit sampah. Saat itu pelaku terlebih dahulu mengamati situasi sekitar rumah korban.

Merasa aman, pelaku kembali hendak membawa korban. Namun saat hendak dibawa, ternyata korban sempat mengerang. Di tempat sampah itu, pelaku kembali mencekik korban hingga diduga merenggang nyawa.

Selanjutnya adegan demi adegan dipraktikan pelaku di TKP lainnya dengan pengawalan ketat dari personel Polres Simalungun yang berjumlah puluhan orang. Ratusan warga tampak tertib menyaksikan jalannya pra rekontruksi. Walaupun sesekali ketika pelaku digiring polisi saat melintasi kerumunan warga mendapatkan cemohooan.

“Sejumlah barang bukti juga sudah kami amankan. Pelaku sudah kita tangkap. Istri pelaku juga sudah kita amankan di Mapolres Simalungun. Untuk barang bukti seperti rambut dan darah pelaku yang ditemukan di TKP juga sudah kita amankan. Hasil Labfor juga sudah ada yang identik dengan pelaku,” kata Kapolres. (zai)