Testimoni Cerita Pengembangan Zending HKI di Kalimantan Didukung RHS

Calon Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Koordinator Zending HKI Kalimantan, Yoel Siagian.

Kalimantan, Lintangnews.com | Pengembangan zending Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Tengah, Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan, tidak dapat terpisahkan bagaimana Calon Bupati Kabupaten Simalungun nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) dipakai Tuhan untuk misi zending tersebut.

Melalui akun Facebooknya, Yoel Siagian menulis testimoni ‘Suatu anugerah bagi kami, bisa mengenal Bapak RHS ini. Kami melihat Beliau ini dipakai Tuhan untuk mendukung pengembangan misi HKI di Kalimantan’.

Saat itu, kata Yoel Siagian, disampaikan kepada RHS tentang bagaimana para Vicaris dan Pendeta HKI berjuang di medan pelayanan, yang awalnya bermisi tanpa rumah atau tempat tinggal dan gereja, bahkan belum ada jemaat.

“Hanya dengan setia akan panggilan dan mengandalkan iman dan doalah, dilakukan upaya mencari domba-domba yang haus akan firman Tuhan, untuk dikumpulkan, lalu digembalakan dan diberikan air yang hidup,” kenang Yoel seperti dikutip, Rabu (4/11/2020).

RHS yang berhati hamba dan pelayan, terpanggil untuk ikut dalam pelayanan ini. Pada saat peresmian perusahaannya PT Bagas Paradeso, dengan tegas menyampaikan pesan ‘Dimana ada kantor kami, di situlah ada HKI’.

“Mendengar itu, saya mengaminkannya dengan ucapan syukur,” sebut Yoel.

18 Gereja Bertambah di Kalimantan

“Puji Tuhan, dalam kurun waktu 4 tahun, atas kasih Tuhan ada bertambah 18 gereja yang berdiri di Kalimantan diantaranya di Kalimantan Tengah (12 jemaat), Selatan (1 jemaat), Barat (1 jemaat), Timur (bertambah 2 jemaat) dan Kalimantan Utara (1 jemaat),” tulis Yoel selaku Koordinator Zending HKI Kalimantan.

RHS juga menyerahkan sebagian dari tanahnya untuk mendirikan Gereja HKI Sampit yang saat ini telah dibangun. Kemudian, hasil usaha galian C milik RHS diberikan perpuluhan kepada Tuhan, dimana 5 persen ke GKPS Sampit dan 5 persen pada HKI Sampit.

Tidak hanya itu, Direktur Utama, Direktur Operasional, Pimpinan Harian, Koordinator dan Manajer di perusahaan milik RHS semuanya menjadi jemaat HKI Sampit.

“Banyak teman-teman Vikaris tinggal di kantornya untuk memulai misi HKI seperti Adolf di Kapuas, Elisa di Parenggean, Darvin di Sungai Melayu-Kalimantan Barat kala itu, Berto di Seibabi, Timbul di Sungai Melayu, Erwin di Seibabi, Ramot di Sepaku-Kalimantan Timur, Anrul di Pelaihari- Kalimantan Selatan bahkan ada yang hingga kini masih tinggal di kantor Radiapoh Sinaga,” kata Yoel.

Selanjutnya melalui Direktur Utama, Iwan Sinaga, kantornya dipakai untuk pertemuan pengenalan misi zending Kalimantan. “Semua mobil operasionalnya sering kami pakai untuk pengembangan pelayanan misi,” katanya.

Dalam pengalamannya, RHS mengatakan, prinsip ekonomi tidak layak diaplikasikan dalam hidup ber Tuhan ‘Dengan modal sekecil-kecilnya mendapat untung sebesar besarnya’.

“Hidup dalam Tuhan itu perlu totalitas. Nggak bisa setengah setengah, harus segenap hati, jiwa, harta dan semua yang dimiliki diberikan kepada Tuhan untuk kemuliaan Nya,” kata RHS.

Kemudian dalam testimoninya, Yoel mengatakan, “Amang, saya meminta tetap dukung kami di dalam pengembangan misi Tuhan di Kalimantan. Saya percaya, bahwa barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Tuhan Yesus memberkatimu Amang St Radiapoh Sinaga. Kami berdoa agar Tuhan memberikanmu kesempatan memimpin Simalungun lebih sejahtera’. (Rel/Zai)