Tiga Caleg di Dapil Samosir I Saling Klaim Peroleh Kursi Kedelapan

Penghitungan suara di TPS 01 Kelurahan Siogung-ogung.

Samosir, Lintangnews.com | Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangururan, Kabupaten  Samosir masih melaksanakan rekapitulasi penghitungan perolehan suara untuk Capres/ Cawapres, DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Bahkan rekapitulasi itu belum mencapai 50 persen. Ini dikarenakan perolehan suara di formulir C1 tidak cocok dengan Plano pada saat penghitungan suara di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sehingga saksi partai politik (parpol) menyetujui Plano agar dibuka kembali rekapitulasi di tingkat PPK.

Untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Samosir I meliputi kecamatan Pangururan dan Ronggur Nihuta, dengan alokasi 8 kursi DPRD Kabupaten Samosir.

Diketahui 3 orang Calon Legislatif (Caleg) masih berpeluang untuk memperebutkan kursi kedelapan. Adapun ketiga Caleg itu yakni Jonner Simbolon dari Partai Nasdem, Tulus Sitanggang (PAN) dan Arnold Hujogo (PDI-Perjuangan).

Begitu alotnya rekapitulasi penghitungan suara tingkat PPK, sehingga ketiga Caleg yang berpeluang memperoleh kursi kedelapan itu, saling klaim memperoleh suara terbanyak.

Saling klaim kursi kedelapan ini membuat resah masyarakat Pangururan. Sebab, setiap hari muncul perbedaan perolehan suara, padahal formulir C1 pasti sudah  terkumpul di kantor partai atau posko pemenangan Caleg.

Menanggapi itu, Ketua KPUD Samosir, Ika Rolina Samosir menghimbau seluruh masyarakat Samosir supaya bersabar untuk menunggu pengumuman dari pihak penyelenggara Pemilu.

Karena, lanjut dia, KPUD Samosir belum pernah mengumumkan Caleg DPRD terpilih baik melalui media sosial (medsos) maupun media massa. Ika justru menyarankan supaya wartawan mengkonfirmasi kepada sumber yang menyebarkan itu ke medsos.

“KPUD tidak pernah mengumumkan Caleg DPRD Samosir terpilih ke medsos,” ucapnya saat dihubungi wartawan, Rabu (24/4/2019).

Ika mengakui, KPUD Samosir telah menerima salinan formulir C1 dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk diupload ke aplikasi SITUNG setelah lebih awal discan. Pada aplikasi SITUNG itu, pengunjung hanya bisa mengetahui perolehan keseluruhan  suara parpol dan bukan suara Caleg.

Kendati pun demikian, formulir C1 berhologram yang dimasukkan ke dalam kotak suara menjadi pembanding bila ada kesalahan KPPS dalam menghitung suara karena kelelahan.

“Sekali lagi dihimbau supaya masyarakat sabar menunggu hasil rekapitulasi dari semua tingkatan,” kata Ika. (don)