Tiga Tahun Menunggu, Pelajar SDN 173498 Sahombu Kembali Belajar Pakai Kursi Plastik

Kursi plastik yang digunakan dan kondisi meubelair SDN 173498 Sahombu yang rusak.

Humbahas, Lintangnews.com | Siswa-siswi SD Negeri 173498 Sahombu, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali belajar memakai kursi plastik yang sudah 3 tahun dinanti-nanti untuk mendapatkan meubelair baru.

Hampir separuh anak didik sejak 3 tahun terakhir terpaksa harus belajar di kursi plastik, karena di ruang kelas kekurangan kursi dan kondisinya sudah rusak.

Kepada wartawan, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 173498 Sahombu, Rusliana Sirait mengatakan, jumlah siswa-siswi totalnya 192 orang. Saat dirinya menjabat Kepsek sejak tahun 2004, meja dan kursi sebagian besar sudah rusak karena termakan usia.

Menurut Rusliana, ruangan kelas 2 dan 3, meja dan kursinya mengalami rusak. Untuk mengatasinya, ia menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) membeli kursi plastik.

Dia menyampaikan , merasa prihatin melihat anak-anak didiknya harus duduk belajar menggunakan kursi plastik selama proses belajar. “Seharusnya kan anak-anak belajar pakai kursi kayu kan. Tetapi demi anak-anak ini, kita gunakan dana BOS membeli kursi plastik,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah itu sudah dilaporkan ke Pemkab Humbahas. “Dan kita bersyukur kalau ada direlokasikan Dinas Pendidikan (Disdik) di Perubahan APBD tahun 2021 ini,” kata Rusliana.

Disinggung, anggaran meubelairnya gagal terealisasi karena P-APBD tidak disahkan, Rusliana mengaku kecewa. “Padahal kalau terealisasikan lumayan anak-anak tidak menggunakan kursi plastik lagi karena ada yang baru,” kata Rusliana.

Untuk itu, Rusliana berharap kembali agar Pemkab Humbahas memikirkan menyediakan sarana dan prasarana di SDN 173498 Sahombu, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Rusliana juga mengaku, tidak pernah tidak anggota DPRD Humbahas terkhusus Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Pakkat, Tarabintang dan Parlilitan menaruh perhatian ke sekolah yang dipimpinnya.

“Sejak menjabat Kepsek, saya sendiri yang mengusahakan sarana dan prasarana ada di sekolah ini. Memang pernah ada anggota dewan datang ke sekolah kita ini hanya melihat karena ada pembangunan,” tukasnya.

Dirinya berharap, agar anggota dewan dapat memikirkan dunia pendidikan ini. “Jangan hanya pemerintah saja memikirkan, kita harapkan juga bapak-bapak dewan sebagai perwakilan kami,” pintanya. (DS)