Tim Investigasi GMKI dan PMKRI Desak Pemkab Samosir Serius Tangani Banjir Bandang

Tim Investigasi GMKI dan PMKRI.

Samosir, Lintangnews.com | Banjir bandang yang terjadi di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir pada 3 Mei 2019 lalu menyebabkan 4 unit rumah rata dengan tanah dan 4 rumah rusak ringan.

Peristiwa itu juga mengakibatkan meninggalnya 1 orang warga. Sementara 1 orang warga lainnya menderita luka parah di bagian kakinya.

Berdasarkan pengamatan dari Tim Investigasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) yang turun langsung kelapangan, melihat belum adanya sikap yang serius dari pihak Pemkab Samosir dalam menangani banjir bandang itu.

Salah seorang Tim Investigasi GMKI dan PMKRI, May Luther Dewanto Sinaga mengatakan, posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang didirikan Pemkab Samosir masih jauh dari kata layak. Ini terlihat dari tidak adanya personil yang berjaga-jaga di posko lokasi bencana.

“Tim Investigasi menilai ketidakseriusan Pemkab Samosir dalam menangani bencana itu menunjukkan sikap yang kurang patut dan layak,” sebut Ketua GMKI Siantar-Simalungun ini, Rabu (8/5/2019).

Hal senada dikatakan Alboin Samosir dari PMKRI, jika ini semakin diperparah dengan minimnya tenaga-tenaga yang dibutuhkan di posko misalnya, tenaga medis, peralatan dan petugas di dapur umum.

Mereka juga mendesak Pemkab Samosir untuk lebih serius menangani banjir bandang ini. “Pemkab Samosir harus segera mengalirkan bantuan-bantuan yang kiranya dibutuhkan warga,” kata Andre Sinaga.

Sementara itu, Edis Sigalingging mengatakan, Pemkab Samosir juga harus segera  membentuk tim untuk menyelidiki apa yang menjadi penyebab banjir bandang itu.

Tim Investigasi GMKI-PMKRI juga akan mengawal proses pemecahan masalah, yang menjadi penyebab utama banjir bandang itu dan mengajak setiap pihak terlibat dalam proses penyelesainnya. (rel)