Tim Pemenangan Disebut Pembagi Proyek, Penegasan Bupati RHS Berbanding Terbalik

Kemeja putih lengan panjang pakai topi pet warna hitam bersulamkan Bupati, Ketua Tim pemenangan pasangan RHS-ZW inisial CH bersama Bupati Simalungun, RHS meninjau peristiwa banjir longsor di Parapat.

Simalungun, Lintangnews.com | Sebelumnya, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga di hadapan para Pangulu Nagori saat rapat koordinasi, Senin (3/5/2021) lalu, menegaskan tidak ada lagi yang namanya tim RHS-ZW.

“Tidak ada lagi namanya tim RHS atau tim apa pun itu namanya. Yang ada sekarang Gerbang Simalungun,” ucap Bupati di ruang Harungguan Djabanten Damanik milik Pemkab Simalungun itu.

Namun, penegasan Radiapoh itu justru tak sesuai fakta. Pasalnya, sebagai pembagi proyek yang dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Simalungun diduga oknum tim pemenangan RHS-ZW.

“CH sama si BSMN yang membagi,” sebut salah seorang sumber melalui telepon seluler, Minggu (16/5/2021) malam.

Bahkan, untuk pembagi proyek rehabilitasi sekolah yang dikelola Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun, juga disebut oknum tim pemenangan RHS berinisial BSMN.

“Kalau yang di Disdik si BSMN. Total pagunya Rp 20 miliar. Per paket pagunya sebesar Rp 400 juta lebih. Makanya, total jumlah seluruhnya sekitar 4 paket lah,” ujar sumber.

Disebut, proyek yang dikelola Dinkes Simalungun berupa pembangunan Puskesmas dan rumah dinas Kepala Puskesmas (Kapus). “Ada pembangunan Puskesmas di Haranggaol, Simantin dan rumah dinas Kapus Saribu Dolok,” ungkap sumber tersebut.

Besaran pagu (biaya) untuk pembangunan Puskesmas dan rumah dinas Kapus itu lebih kurang sebesar Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar.

“Ada 5 paket. Pagunya untuk rumah Kapus sebesar 500 juta ada 3 paket. Kalau pembangunan Puskesmas yang pagunya Rp 5 miliar ada 2 paket,” paparnya.

Sementara itu, CH saat dikonfirmasi melalui telepon seluler justru mengatakan agar ditanyakan pada Kepala Dinas (Kadis) nya. “Kan ada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya di situ,” tukasnya.

Ketika disinggung adanya disebut dirinya dan BSMN sebagai pembagi proyek, CH kembali menjawab agar ditanya pada Kadis nya. “Tanya Kadis nya,” ucapnya sembari mengaku, tidak tau usai ditanya apakah ada membagi dan menjual proyek.

Sebelumnya, Lusman Siagian selaku PPK proyek rehab sekolah yang dikelola Disdik melalui pesan singkat, Rabu (12/5/2021) mengaku tidak tau. “Belum ada arahan,” balasnya.

Sedangkan, Arnold Saragih selaku PPK proyek pembangunan Puskesmas dan rumah dinas Kapus justru balik bertanya. “Siapa yang bilang itu?” tanya Arnol sembari mengaku, proyek belum dilaksanakan dan hendak menghadap Bupati Simalungun. (Zai)