Tipikor Simalungun Dinilai Lamban Tangani Kasus yang Dilaporkan Warga Sinaman Laba

Ilustrasi dana desa.

Simalungun, Lintangnews.com | Masyarakat Nagori Sinaman Laba, Kecamatan Dolok Masagal, mengeluhkan lambannya penanganan kasus pada Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Simalungun.

Ini terkait dugaan penyalahgunaan dana desa oleh Pangulu Nagori Sinaman Laba, Kecamatan Dolok Masagal, R Sinaga.

Menurut salah seorang warga marga Manik, jika tahun lalu dirinya bersama warga ada mendatangi Polres Simalungun melaporkan penyalahgunaan dana desa Nagori Sinaman Laba yang diduga dilakukan oknum Pangulu, R Sinaga. Namun sampai saat ini pelaporan itu jalan di tempat dan terkesan dipeti eskan.

“Sekira bulan Oktober lalu soal dugaan ini telah kami laporkan ke Unit Tipikor Polres Simalungun. Dan berkas pelaporan sudah sampai ke meja juru periksa (juper). Bagaimana tidak kami katakan lamban? Pasalnya, sejak kami laporkan sampai hari ini yang dilaporkan masih berkeliaran,” ucap Manik, Senin (4/3/2019).

Menurut Manik, dugaan yang dilaporkan yakni terkait pembukaan jalan bersumber dari dana desa yang gagal dikerjakan. Sementara oknum Pangulu sampai saat ini tidak transparansi pada masyarakat kemana dana kegiatan itu dialihkan.

Mereka juga melaporkan dugaan pemanfaatan dana desa yang tidak tepat sasaran. Seperti pembangunan sumur bor di daerah Sinaman Gereja. Pasalnya, kegiatan itu dilangsungkan tidak melalui rapat desa. Namun saat dipertanyakan untuk apa sumur bor itu dibangun, Pangulu justru enteng menanggapi.

Diketahui sumur bor dari dana desa itu peruntukkannya kepada pihak sekolah. Sementara diketahui, hal itu sudah menyalahi aturan.

Akibat lambannya penanganan pelaporan Unit Tipikor Polres Simalungun, mantan Pangulu Sinaman Laba, K Damanik yang semula turut mendukung pelaporan kini menjadi tidak lagi ikut. (zai)