Usai Bantah ada Pemotongan, Ketua PPK Dolok Pardamean Langsung Tutup HP

Ketua PPK Dolok Pardamean, Roy Mansen Purba.

Simalungun, Lintangnews.com | Usai mengaku tidak ada pemotongan, oknum Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Roy Mansen Purba langsung menutup handphone (HP) nya, Jumat (3/5/2019).

Sementara keterangan salah seorang pegawai di kantor Kecamatan Dolok Pardamean menduga, dana untuk pengadaan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada pemotongan sebesar Rp 1 juta di tingkat PPK.

Efek dari pemotongan itu, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hanya mengelola anggaran sebesar Rp 2,6 juta.

Sementara menurut sumber, seharusnya dana untuk pengadaan setiap TPS sebesar Rp 3,6 juta. Namun karena dipotong sebesar Rp 1 juta, membuat anggaran yang dikelola KPPS menjadi sebesar Rp 2,6 juta.

Adanya pemotongan itu memicu riak-riak bagi KPPS di Kecamatan Dolok Pardamean dan menunggu inisiatif PPK untuk mengembalikannya.

“Kalau riak-riak itu sudah pasti ada. Namun KPPS masih memendam dan menunggu selesai penghitungan suara, mau diungkitlah mengenai pemotongan dana untuk pengadaan TPS,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Simalungun, Ade Arman Purba saat ditemui Senin (29/4/2019) menyampaikan, tidak menghapal anggaran pengadaan TPS. “Aduh, gak hapal saya dan kurang sehat saya,” ucapnya.

Ditanya, berapa anggaran pengadaan setiap TPS dan jumlah seluruh TPS, Ade Arman mengatakan, sudah dishare semuanya ke Kecamatan. “Gak tau. Sudah kita share semua ke Kecamatan. Ada 2.646 TPS,” katanya, sembari mengaku kurang fit.

Disinggung adanya dugaan pemotongan anggaran untuk pengadaan TPS, Ade Arman, mengaku tidak tau. “Ah, kita gak tau kalau itu. Yang penting kita transfer semua dan PPK yang kelola,” ujarnya.

Menurutnya, setelah ditransfer ke rekening PPK, selanjutnya mentransfer ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS). (zai)