Usai KUA-PPAS Disepakati, RSUD Tuan Rondahaim Minta Penambahan Anggaran Dinyatakan Tak Menyalahi Regulasi

Kadis Keuangan Pemkab Simalungun, Frans Saragih.

Simalungun, Lintangnews.com | Usulan penambahan anggaran dari RSUD Tuan Rondahaim setelah perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2021 disepakati oleh Pemkab dan DPRD Simalungun disebut tak menyalahi regulasi.

“Itu boleh. Karena kalau misalnya tak boleh, berarti kitakan tidak perlu bahas lagi. Ini pembahasannya berjalan. Jadi kita menerima dulu, mungkin Badan Anggaran (Banggar) akan melihat urgensinya itu bagaimana,” ucap Kadis Keuangan Pemkab Simalungun, Frans Saragih, Selasa (21/9/2021).

Menurut Frans, penambahan anggaran pada RSUD Tuan Rondahaim itu untuk pembiayaan insentif para tenaga medis (nakes). “Hanya berapa besarannya dan bagaimana pelaksanaannya, nanti kita lihat pada saat di Banggar,” imbuhnya.

“Ini terkait kondisi yang kita dapat saat melakukan pembahasan. Sehingga itu yang perlu dikaji, makanya kita tampung dulu. Apa ini urgensinya bagaimana. Kalau mungkin nanti kita akan bahas dari sisi regulasi apalagi dengan insentif  tenaga kesehatan (nakes) menjadi momok,” tambah Frans.

Dia menuturkan, nakes merupakan garda terdepan untuk penanggulangan Covid-19. “Usulan yang menurut kita lebih prioritas, itu kan harus dijadwal ulang. Kita menyepakati itu kan masih plafon sementara. Itu kan berkembang pada saat pembahasan berjalan,” sebutnya.

Dikatakan, Pemkab Simalungun menampung tambah anggaran RSUD Tuan Rondahaim. “Ini kan ada surat dari mereka (RSUD Tuan Rondahaim) jika insentif nakes sudah berada pada tanggungjawab APBD. Kalau sebelumnya, ini kan ditanggung Bantuan Operasional Kesehatan (BOK),” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani pada rapat Banggar meminta persetujuan para anggota dewan melakukan skors sementara. Yakni selama 10 menit, yang selanjutnya berpindah rapat tertutup.

“Oleh karenanya, kita perlu menyamakan persepsi. Sebelum melakukan pembahasan KUA-PPAS karena perlu pengkajian atas rekomendasi yang disampaikan komisi. Maka untuk itu, kita pindah sebentar,” pintanya setelah mendengarkan laporan masing masing komisi.

Ini mengingat RSUD Tuan Rondahaim selaku mitra Komisi IV DPRD Simalungun meminta penambahan anggaran insentif nakes. Selanjutnya RSUD Perdagangan dan RSUD Parapat disarankan Komisi IV juga untuk meminta penambahan anggaran.

Pengajuan penambahan anggaran RSUD Tuan Rondahaim ini kemudian disusul RSUD Perdagangan dan RSUD Parapat terjadi pada rapat Komisi IV dipimpin Juarsa Siagian didampingi Koordinator Komisi IV, Samrin Girsang, Jumat (16/9/2021). (Zai)