Usai Libur Pemilu dan Paskah, Loket di Porsea Dipenuhi Penumpang

Terlihat loket bus dipenuhi penumpang menuju Medan

Tobasa, Lintangnews.com | Untuk mengikuti pesta demokrasi yang disebut Pemilihan Umum (Pemilu) dan merayakan Hari Paskah, para mahasiswa-mahasiswi sejak tanggal 17 April 2019 pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Selanjutnya, Minggu (21/4/2019), tampak terlihat mahasiswa-mahasiswi kembali ke Kota Medan untuk melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan.

Dampak dari kepulangan ‘anak kuliahan’ dari Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) membuat sejumlah loket bus di Kecamatan Porsea mengalami kesulitan untuk memberangkatkan ke Kota Medan, karena kurangnya armada angkutan.

Namun bagi pengelola travel angkutan di Kecamatan Porsea, ini menjadi suatu hal yang positif untuk meraup keuntungan, dengan menaikkan tarif ongkos dari Porsea-Medan yang sebelumnya Rp 100.000 menjadi Rp 110.000.

Seperti penuturan salah seorang mahasiswa, Frankin Sirait, akibat bus yang tidak ada dan rata-rata mengalami kepadatan, dirinya terpaksa harus menggunakan travel angkutan  agar cepat sampai di Medan.

“Sebab banyak tugas yang harus saya kerjakan, misalnya membuat jurnal untuk persiapan pelajaran di hari Senin,” sebut Frankin.

Untuk masalah ongkos, dirinya tidak mempermasalahkan, karena yang terpenting bisa sampai ke Medan. Frankin mengaku, sudah menunggu bus mulai pukul 07.00 WIB, namun tidak kunjung ada dan semuanya padat penumpang.

Salah seorang pengelola travel di Porsea, S Sitorus membenarkan tarif ongkos ke Kota Medan mengalami kenaikan sebesar Rp10.000.

“Wajar kita menaikan ongkos, sebab armada yang dimiliki harus dipesan dari luar. Itu kita sudah antar sampai tempat,” pungkas Sitorus. (asri)