Wabup Humbahas Tanggapi ‘Dingin’ Ketertutupan Direktur RSUD Dolok Sanggul Soal Dana Insentif

RSUD Dolok Sanggul.

Humbahas, Lintangnews.com | Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Oloan Paniaran Nababan menanggapi dengan dingin terkait ketertutupan Direktur RSU Dolok Sanggul tentang penyaluran anggaran insentif Covid-19 tahun 2020 dan 2021 untuk jasa para medis.

Dimana, banyak anggaran insentif ini untuk jasa para medis, mulai dokter, perawat dan bidan pada pemberian jasanya ada yang bervariasi.

“Bah, saya belum  tau informasi itu, berapa orang tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluhkan. Belum ada laporan yang masuk ke kami,” kata Oloan saat disambangi di depan ruangan kerjanya kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Hanya saja, Oloan memilih berkomentar singkat tentang anggaran nakes itu. “Itu pak Inspektur ada di depan ruangan Sekda. Konfirmasi ke Inspektur saja ya,” ujar Wabup sembari berlalu sambil mendampingi wartawan menghampiri Inspektur yang kebetulan saat itu sedang berada di depan ruangan Sekda.

Sementara, Inspektur Kabupaten Humbahas, Bilson P Siahaan mengaku, akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti informasi tersebut. Akan kita sampaikan kepada Asisten III ( Administrasi dan Kesra) agar ditindaklanjuti secepatnya,” kata Bilson.

Diberitakan sebelumnya, Direktur RSUD Dolok Sanggul, Netty Iriani Simanjuntak terkesan menutupi anggaran insentif Covid-19 tahun 2020 dan 2021 untuk jasa para medis.

Sebab, sudah berapa kali hendak dikonfirmasi, Netty yang berprofesi dokter itu tidak dapat ditemui, selalu saja mengaku sibuk.

Bahkan karena sibuknya, Netty meminta agar awak media untuk bersabar. “Sabar ya, sibuk,” ucap Netty sembari berlalu meninggalkan wartawan, Rabu (29/9/2021) di halaman kantor Bupati Humbahas.

Kemudian, Netty juga meminta agar awak media jika ingin konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA). “Coba langsung saja WA. Ini nomor WA saya sekarang +62 821-8435-7996, yang lama +62 812-6292-3343,” tukasnya.

Sebelumnya, Netty ingin dikonfirmasi anggaran insentif Covid-19 tahun 2020 dan 2021 untuk jasa medis. Pasalnya, banyak anggaran insentif ini, untuk jasa para medis, mulai dokter dan perawat, bidan pada pemberian jasanya ada yang bervariasi.

Sayangnya, Netty tak kunjung dapat memberikan tanggapan. Apakah tenaga medis berupa jasanya melihat kinerja atau pembagiannya rata.

Perlu diketahui , pemerintah telah menetapkan besaran dan kriteria pemberian insentif bagi tenaga kesehatan pada 2021.Besaran insentif bagi tenaga kesehatan ditetapkan dalam surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor 113 tahun 2021.

Antara lain, dokter spesialis sebesar Rp 15 juta, peserta PPDS Rp 12,5 juta, dokter dan dokter gigi Rp 10 juta, perawat dan bidan Rp 7,5 juta, serta tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta.

Dana insentif diberikan bersumber dari APBN dan APBD. Disebutkan, besaran insentif adalah jumlah insentif maksimal yang diberikan. Dan, pemberian insentif juga akan dihitung berdasarkan rasio pasien yang dilayani oleh nakes.

Khusus RSU, nakes yang memberikan pelayanan di ruang isolasi, HCU, ICU, ICCU, ruang IGD, IGD triase dan ruang lain yang digunakan untuk pelayanan pasien Covid-19. Besaran yang diberikan sesuai dengan golongan nakes. (DS)