Wagner Damanik Disematkan Julukan ‘Bapak Orang Desa’

Wagner Damanik dan istri berfoto bersama warga Nagori Pulibuah, Kecamatan Raya Kahean.

Simalungun, Lintangnews.com | Kehadiran Wagner Damanik disambut antusias warga Nagori (Desa) Pulibuah Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Kamis (13/2/2020).

Didampingi isteri tercinta dan sejumlah tim dari Gerbang Simalungun (Gerakan Bangun Simalungun) Wagner Damanik tiba di Nagori Pulibuah sekira pukul 14.00 WIB. Masyarakat yang telah menunggu langsung berdesakan untuk bersalaman dengan Wagner

Dari orang dewasa sampai anak-anak dan orang tua langsung berebut bersalaman. “Pak Wagner ini bapak orang desa lawei. Jadi kita gembira beliau datang ke sini, ” kata Monang salah seorang warga.

Warga lainnya pun tak kalah gesit untuk bisa bersalaman dan mencium tangan Wagner yang berjalan kaki diiringi sang isteri.

Sepanjang jalan, Wagner kerap berhenti dan berdialog ringan dengan warga. Sebagian lain memanfaatkan momen itu dengan berselfie bersama Wagner.

“Pak Wagner kan tidak bisa setiap hari ke sini, jadi saya cepat-cepat mencegatnya untuk minta foto bersama. Alhamdulillah pak Wagner nya mau, ” ujar Rini yang membawa anaknya sambil tertawa bahagia.

Bapak Desa yang disematkan masyarakat Simalungun kepada Wagner bukan tanpa alasan. Dibalik kunjungannya ke pelosok-pelosok daerah di Simalungun, Wagner juga selalu bertanya dan melihat apa yang menjadi masalah serta keluhan setiap perkampung yang dikunjunginya.

Hal ini tertuang dalam program ‘Belanja Masalah’, sebagai koreksi baginya jika kelak dipercaya masyarakat Simalungun menjadi Parhobas.

Warga menyambut kedatangan Wagner dan istri dengan ciri khas Desa.

Banyak kalangan menyambut baik program ini.
Desa bagi Wagner merupakan kekuatan nyata dalam membangun Simalungun yang maju dan unggul. Hal ini selaras dengan Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Desa menuju Indonesia Jaya.

“Kuat dan rapuhnya negara Indonesia ada di Desa. Karenanya siapapun itu saya ajak untuk membangun Desa. Hasilnya jelas, misalnya untuk mencari para sarjana di Simalungun ini tidak sulit. Banyak warga di sini memiliki titel pendidikan tinggi. Ini modal besar dalam pembangunan,” sebut Wagner.

Di lokasi acara, kehadiran Wagner disambut dengan hangat dan bersahaja. Ini khas cara Desa menyambut orang tuanya atau bapaknya jelas terlihat di sepanjang jalan dan lokasi acara.

Warga berkumpul di tepi jalan di tepian sungai, sambil melambaikan tangannya menyambut kedatangan Wagner dan isteri. Mereka merayakan kegembiraannya, Desanya dikunjungi Wagner Damanik, Bakal Calon (Balon) Bupati kebanggaan mereka.

“Kita bisa bertatap muka dengan pak Wagner, bersalaman dan mengucapkan langsung rasa terima kasih atas kedatangan dan perhatiannya di Desa kami,” ujar Dullah Saragih yang juga menyematkan julukan Bapak Desa kepada Wagner.

Dirinya optimis jika Wagner kelak menjadi pemimpin, maka setiap Nagori di Simalungun pasti akan mengalami perkembangan cukup memuaskan dalam berbagai segi pembangunan.

“Majulah pak Wagner, kami merasakan betul sentuhan dan kasih sayang mu. Kami akan mendukung mu. Tak salah kalau kami menyebutnya Bapak Orang Desa,” papar Dullah. (Red)