Wali Kota Tebingtinggi : Isra Mi’raj Menjadi Sarana Silaturahmi Pasca Pemilu

Sekda Tebingtinggi, Marapusuk Siregar menyantuni anak yatim piatu.

Tebingtinggi, Lintangnews.com |  Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan Pemko Tebingtinggi di Masjid Agung Jalan Gunung Leuser, Kamis (25/4/2019).

Kegiatan itu diwarnai dengan pemberian santunan kepada 175 orang anak yatim piatu oleh Wali Kota Umar Zunaidiu Hasibuan diwakili Sekda Marapusuk Siregar.

Wali Kota mengatakan, peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah di antara ulama (tokoh agama), umaro (pemerintah) dan umat (masyarakat). Juga dijadikan sarana untuk kembali saling bersatu dan mempererat tali silaturahmi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah antara ulama, umaro dan umat setelah kita melaksanakan pesta demokrasi Pemilu 2019 tanggal 17 April lalu,” ajak Wali Kota.

Dia juga menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah junjungan dan suri tauladan bagi umatnya. Untuk itu, Wali Kota berharap peringatan Isra Mi’raj ini janganlah hanya dijadikan acara serimonial belaka, tetapi diambil makna yang terkandung di dalamnya.

Kapolres AKBP Sunadi turut serta menyantuni anak yatim piatu.

“Utamanya Nabi Muhammad SAW menerima amanah yakni perintah sholat lima waktu dari Allah SWT. Dan menjalani serta mewariskan kepada umatnya sesuai dengan perintah Allah SWT,” ujarnya.

Melalui perintah sholat menurut Umar Zunaidi, banyak hal terkandung di dalamnya ,selain bersyukur, bersikap jujur, amanah, santun dan bersilaturahmi.

“Kami berharap dengan peringatan ini hubungan yang mungkin renggang bahkan saling curiga, semuanya kita tinggalkan. Mari kita rajut kembali hubungan itu dengan kebersamaan membangun Tebingtinggi ke depan menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Peringatan Isra Mi’raj sekaligus Tabligh Akbar itu menghadirkan Ustadz Riza Muhammad dari Jakarta, yang turut dihadiri Kapolres AKBP Sunadi, Kakan Kemenag Tebingtinggi, Jul Syukri Mangandar Limbong serta para tokoh agama. (purba)