Warga Bandar Malela Tewas Tergantung di Pohon Rambutan Depan Rumahnya

Proses evakuasi jasad korban yang tergantung di pohon rambutan.

Simalungun, Lintangnews.com | Asrianto (50) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tergantung pada sebatang pohon di depan rumahnya, Huta III Nagori Bandar Malela, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Kapolsek Bangun, AKP Banuara Manurung melalui pihak Humas Polres Simalungun mengatakan, jasad korban ditemukan gantung diri, Rabu (8/4/2020) sekira pukul 15.30 WIB.

Menurut Kapolsek, awalnya korban bangun pagi sekira pukul 09.00 WIB dan duduk di dalam rumah sambil minum teh manis. Sekira pukul 13.00 WIB, korban duduk di bawah pohon sawit di depan rumahnya.

Lanjut AKP Banuara, pukul 14.00 WIB, korban masul ke dalam rumah sambil bergolek dan termenung. Sekira pukul 15.00 WIB, korban makan siang dan duduk di atas batu sambil termenung.

“Sekira pukul 15.30 WIB, saksi, Dwi Rahmadani tak lain anak kandung korban keluar rumah dan melihat bapaknya sudah tergantung di pohon rambutan di depan rumah mereka,” papar Kapolsek.

Selanjutnya Dwi Rahmadani memberitahukan pada abangnya Tedi Saputra. Kemudian Tedi memberitahukan kepada warga, jika bapaknya tergantung pakai kabel bunuh diri di pohon rambutan.

“Sesuai keterangan Bidan Puskesmas Bandar Malela, Rika Puspika dan Santi Saragih, tidak ditemukan adanya tanda- tanda kekerasan, namun pada leher korban ada bekas lilitan kabel,” ungkap Kapolsek.

Selain itu, korban mengeluarkan air liur dan pada kemaluannya mengeluarkan sperma. Sementara pihak keluarga tidak merasa keberatan atas kematian korban dan bersedia membuat surat pernyataan.

“Menurut keterangan yang diambil dari istri korban. almahrum selama ini tidak pernah cekcok dengan keluarga maupun jiran tetangga,” tukas AKP Banuara. (Rel/Zai)