Warga Minta Poldasu Tangkap Penimbun Batu Galian C Tanpa Ijin di Toba

Lokasi penimbunan batu padas di pinggiran Sungai Asahan diduga milik Panglong Dame Store.

Toba, Lintangnews.com | Masyarakat meminta kepada Kepolisian Daerah Sumateta Utara (Poldasu) untuk menangkap para pengusaha panglong yang menimbun batu dari galian C tidak memiliki izin dan jangan hanya para pekerjanya.

Seperti salah satu pengusaha panglong Dame Store berlokasi di depan Polres Toba. Seharusnya pihak pengusaha harus ikut diperiksa Polres Toba, karena diduga panglong itu membeli batu padas dari Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.

Selain itu, pemilik panglong juga diduga menimbun batunya di pingiran Sungai Asahan, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.

Menurut penuturan warga, panglong dimaksud milik orang tua dari Ketua DPRD Toba. “Apakah pihak Polres Toba tidak ada nyali untuk memeriksa pengusaha panglong itu,” ujar salah seorang warga Toba yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (22/4/2021).

Ketika awak media melihat lokasi penimbunan ditemukan banyak batu padas tertimbun di pingiran Sungai Asahan.

Selain itu, tidak satupun pekerja panglong Dame Store melakukan aktivitas pekerjaan di lokasi.

Sebelumnya Polres Toba menangkap 11 orang ari 3 unit kapal tongkang berisi batu padas ilegal bersumber dari galian C ilegal di Desa Siregar Aek Nalas kecamatan ukuran dan Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

Diketahui penangkapan itu dilakukan di Jalan Siliwangi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Jumat (16/4/2021) sekira pukul 11.30 WIB. (Frengki