Warga Narumonda II Tega Setubuhi Putri Kandungnya, Ini Modusnya

Pelaku pencabulan yang diamankan petugas.

Toba, Lintangnews.com | Seorang ayah kandung berinisial HM (49) tega mencabuli putrinya, YEM yang berusia 17 tahun di Desa Narumonda II, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba.

Pelaku melakukan aksi bejatnya itu di rumahnya sejak tanggal 18 Juni 2017 dan terakhir pada tanggal 20 Juni 2021.

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya melalui Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar dan Kasubag Humas, Iptu B Samosir mengatakan, laporan itu tertuang dalam LP/B/333/VIII/2021/SPKT Polres Toba / Polda Sumut tanggal 31 Agustus 2021.

“Pelaku ditangkap Satuana Reskrim Polres Toba, Senin (13/9/2021) setelah polisi mendapatkan laporan dari istrinya pada 31 Agustus 2021,” sebut Kapolres, Selasa (14/9/2021).

Pelaku yang merupakan warga Jalan DR KP Tanam Sinambela Desa Narumonda II, Kecamatan Siantar Narumonda.

Perbuatan HM ini awalnya terbongkar setelah anaknya bercerita kepada ibunya. “Ibu korban kemudian membuat laporan polisi, sehingga langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan awal,” ungkap Iptu B Samosir.

Dia menuturkan, awal kejadian pada tanggal 18 Juni 2017, korban melihat ayahnya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman di rumah. Kemudian korban meminum minuman itu.

“Usai meminum minuman itu, tiba- tiba korban merasa mengantuk, sehingga pergi ke kamar untuk tidur. Namun saat bangun tidur dan hendak buang air kecil, korban merasa aneh serta pedih saat buang air kecil. Kepala korban juga terasa pusing dan badan juga pegal-pegal,” sebut Iptu B Samosir.

Diketahui kejadian itu dalam kurun tahun 2017, sehingga korban tidak mengingat berapa kali ayahnya melakukan hal yang sama padanya.

Kejadian yang sama terulang lagi di bulan Maret 2021 dan tanggal 20 Juni 2021. Pelaku membuat minuman yang sama dan korban meminumnya, sehingga tertidur di kamar. Saat itu korban tidur sendirian di kamar dan tidak sadar lagi apa yang terjadi.

Dalam keadaan setengah sadar, tiba-tiba korban merasakan ada kedua tangan yang berukuran besar mirip dengan tangan ayahnya meraba-raba punggungnya. Namun korban tidak bisa membuka mata dan merasakan apa-apa lagi. Hingga pagi harinya sekira pukul 07.00 WIB, korban terbangun dan mengalami pusing serta sakit saat hendak buang air kecil.

Pelaku tega melakukan tindak persetubuhan terhadap putri kandungnya untuk dapat memuaskan dan melampiaskan nasfu birahinya.

Akibat perbuatan ayahnya, korban merasakan sakit pada alat kelaminnya. Korban juga merasa ketakutan bertemu dengan pelaku dan kesulitan untuk buang air kecil.

Tersangka dipersangkakan pasal 81 ayat 1 dan 3 jonto pasal 76D subside pasal 82 ayat 1  dan 2 jo pasal 76 E Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka dipidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tuanya. (Frengki)