Warga Pinggiran Sungai Bilah Negeri Lama Bermohon Pembangunan Bronjong

Rumah warga yang terancam rubuh di pinggiran Sungai Bilah.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Pinggiran Sungai Bilah tepatnya di Negeri Lama Kota, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu sudah longsor tergerus akibat hantaman arus sungai yang cukup deras sepanjang 1 km.

Hal itu membuat warga resah. Pasalnya, tanah milik mereka habis longsor ke dalam sungai. Fatalnya lagi, rumah mereka juga akan ikut roboh dan longsor .

Warga pun bermohon pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara membangun bronjong atau pembatas hantaman arus air Sungai Bilah yang cukup deras.

Salah seorang warga, Raja Syahrial (44) ketika ditemui di kediamannya, Minggu (23/9/2018) mengungkapkan, saat ini terjangan arus air Sungai Bilah cukup deras dan membuat tanah di belakang rumahnya semakin hari longsor dan jatuh ke sungai. Ini menimbulkan rasa was-was karena rumahnya berdekatan dengan Jalan Lintas Negeri Lama berjarak 15 meter lagi.

Kondisi rumah warga di pinggiran Sungai Bilah.

“Saya sudah berupaya untuk membuat tongkat rumah dari cor semen, namun itu bukan mengatasi longsor. Kita berharap dinas terkait untuk turun dan melihat langsung bagaimana kondisi sepanjang pinggiran Sungai Bilah khususnya di Negeri Lama Kota sepanjang 1 km,” jelas Syahrial.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Dinas PSDA Labuhanbatu, Dadang ketika dihubungi wartawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari  Wakil Ketua DPRD Sumut, Tengku Milwan dan warga Negeri Lama, baik melalui media atau akun Facebook yang memposting kondisi pinggiran Sungai Bilah.

Menurut Dadang, fatalnya rumah penduduk juga akan runtuh masuk ke dalam sungai dan mengancam nyawa manusia.

“Kita akan turun langsung nanti Selasa (25/9/2018) bersama tim Dinas PSDA Labuhanbatu melihat kondisi pinggiran Sungai Bilah yang meresahkan warga. Kita akan ukur berapa meter dan hasilnya disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu),” terang Dadang. (sofyan)