Wisata Mangrove Kampung Laut di Deliserdang Solusi Tempat Liburan

Para pengunjung berfoto dengan nuasa laut dan hutan mangrove.

Deliserdang, Lintangnews.com | Objek wisata mangrove Kampung Laut Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang salah satu tempat wisata yang menjadi solusi untuk dikunjungi dalam mengisi liburan Idul Fitri tahun ini.

Wisata yang berbentuk tracking terbuat dari bambu terbentang sepanjang 490 meter yang membelah di hutan mangrove patut dikunjungi. Apalagi di penghujung kedua tracking itu bertemu di bibir pantai laut Selat Malaka.

Lokasi wisata ini berjarak 30 Km dari Kota Medan dan 10 Km dari ibukota Deliserdang yakni Kota Lubukpakam.

Dengan membayar uang masuk sebesar Rp 5.000 per orang, pengunjung bisa melihat hutan mangrove, sekaligus melihat luasnya lautan Selat Malaka. Lokasi itu cocok bagi yang ingin berselfie ria dengan latar belakang laut dan hutan mangrove.

Para pengunjung melintasi jalanan berbentuk tracking.

Eli salah seorang pengunjung asal Karang Anyar, Kecamatan Beringin saat ditemui lintangnews.com, Jumat (7/6/2019) mengagumi lokasi wisata mangrove itu. Menurutnya, lokasi dengan pemandangan asri bisa mengusir kejenuhan sehari-hari.

“Di sini kita bisa melihat luasnya lautan serta sampan nelayan mencari ikan dan rimbunnya hutan mangrove. Pokoknya tempat ini cocok untuk dikunjungi bagi yang haus hiburan dan liburan,” paparnya.

Namun Eli berharap, pihak pengelola untuk membuat rest area (tempat persinggahan) di tengah-tengah tracking agar bisa duduk-duduk karena capek berjalan.

“Kita juga berharap pengelola menambah tempat kuliner atau tempat makanan, agar tidak balik lagi membeli makanan di pintu masuk,” ungkap Eli yang datang bersama adik dan ibunya.

Lokasi objek wisata mangrove Kampung Laut di Desai Denai Kuala, Kabupaten Deliserdang.

Pengunjung lainnya, Ipda Surata yang pernah bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Denai Kuala juga mengagumi wisata mangrove itu. Dia berharap, pihak desa dan elemen masyarakat setempat dapat bekerja sama untuk memajukan wisata mangrove tersebut.

“Bukan tidak mungkin kalau benar-benar dikelola dengan baik akan mendatangkan pundi -pundi emas buat warga desa, yang dampak bisa menambah penghasilan kelompok atau masyarakat. Intinya kuasai lah Sapta Pesona dan ciptakan keamanan di tempat ini agar pengunjung betah dan banyak yang datang,” ujarnya. (idris)