5 Ditangkap, 2 Pelaku Penganiaya Oknum Brimob Siantar Menyerahkan Diri

Ilustrasi pengeroyokan.

Siantar, Lintangnews.com | Rafles P Nainggolan alias Pak Niko (24) warga Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba dan Leo C Pangaribuan (26) warga Jalan Ragi Hidup, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, menyerahkan diri ke Polres Siantar.

Rafles dan Leo menyerahkan diri lantaran keduanya terlibat pengeroyokan terhadap 2 orang anggota Brimob Subden II Detasemen B Siantar yakni, Briptu WTA Purba (26) dan Briptu P Manik (26).

“Selasa (12/3/2019) kedua pelaku pengeroyokan 2 anggota Brimob itu menyerahkan diri,” ucap Kanit Jatanras Iptu Yuken Saragih yang kerap disapa Bang Yuken di ruang Jantanras Sat Reskrim Polres Siantar, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya Unit Jantanras Siantar bersama Tim Resmob Brimob Sub II Detasemen B terlebih dahulu mengamankan 5 orang pelaku pengeroyokan yakni, Mangantar Sidabukke (35), warga Jalan Tangki, Kelurahan Naga Pita, Siantar Martoba, Herkules (44), warga Jalan Bendung, Nagahuta, Kecamatan Siantar Sitalasari, Fetry Aritonang (41) warga Jalan Tangki, Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Jelianto Hutasoit (43) warga Jalan Pantuan Anggi, Gang Cumi-Cumi, Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur dan Hermanto Siringoringo (36), warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara.

Sampai saat ini Polres Siantar telah menahan 7 orang pelaku pengeroyokan anggota Brimob. “Untuk pelaku lainnya masih kita lakukan pengejaran,” sebut Iptu Yuken.

Sekadar diketahui, peristiwa pengeroyokan itu berawal pada Minggu (3/3/2019), sekira pukul 23.30 WIB. Ketika itu, Briptu WTA Purba mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Merdeka, persis di depan GOR Simpang Jalan Pattimura.

Tiba-tiba minibus Betahamu di depannya berbelok tanpa menyalakan lampu sein (lampu tangan).

Akibatnya, Briptu WTA Purba nyaris saja menabrak bus tersebut. Karena terkejut, Briptu WTA Purba langsung menegur sang supir. “Wei! Pasanglah lampu sein,” tegurnya kepada supir minibus.

Mendengar itu, sang supir kemudian menjawab dengan kasar dan bahkan menantang. “Kenapa rupanya?” jawabnya membentak.

Saat peristiwa tersebut, beberapa orang supir yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung memukuli korban. Teman korban Briptu P Manik yang melintas mencoba melerai. Namun Briptu P Manik justru ikut menjadi korban pemukulan para pelaku. (irfan)