Simalungun, Lintangnews.com | Guna mencegah menurunnya produksi tanaman kelapa sawit akibat hama ulat api, Manajemen PTPN III Kebun Bangun terus berupaya melakukan pengendalian.
Hal itu dibenarkan Asisten Kepala (Askep) PTPN III Bangun, Lili Rajali Nasution melalui Asisten Afdeling II, Jemahanta Surbakti, Jumat (10/6/2022). Disampaikan, sejak terdeteksi pada Mei 2022 kemarin, segala upaya dilakukan pihak perkebunan. Di antaranya dengan melakukan fruit trap.
Kemudian, penyemprotan insektisida dan penanaman tanaman yang menjadi makanan hama, dan saat ini populasi ulat api itu sudah mengalami penurunan
“Kemarin masuk dalam kriteria sedang dan terus menurun setelah dilakukan pengendalian. Rata-rata dalam satu pelepah terdapat 5-7 ekor ulat,” ujar Jemahanta.
Lebih lanjut disampaikan, fogging ulat api dilakukan pada malam hari. Selanjutnya dilakukan juga penanaman Beneficial Plan, seperti bunga pukul delapan. Lalu bunga air mata pengantin dan ketepeng cina.
“Selain itu kita juga melakukan pembuatan fruit trap dan mengutip kepompong kepompong ulat api. Karena ulat api adalah salah satu hama yang ditakuti dalam perkebunan kelapa sawit. Ulat api menurunkan produktivitas tanaman kelapa sawit,” tukasnya. (Zai)



