Abaikan Konfirmasi Lintangnews.com, Kepala KPH Wilayah II Siantar Sebut sudah Menjelaskan

188
Lahan envlave Sitahoan dan Kepala UPT KPH Wilayah II Siantar, Djonner Efendi Sipahutar.

Simalungun, Lintangnews.com | “Saya sudah menjelaskan mengenai kewenangan panjang lebar sama Bapak. Bahwa kewenangan tata batas tidak ada di KPH. Tetapi Bapak masih saja berpandangan seperti itu,” tulis WhatsApp (WA) Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar, Djonner Efendi Sipahutar, Kamis (14/11/2019) sekira pukul 12.37 WIB.

Meski faktanya, konfirmasi WA yang dilayangkan lintangnews.com pada Selasa (12/11/2019) sekira pukul 20.00 WIB diabaikannya. Namun setelah berturut-turut diberitakan, Kamis (14/11/2019) barulah ditanggapinya. Dan mengancam, jika pemberitaan terlalu tendensius akan melakukan hal ini.

“Silahkan gunakan hak Bapak tetapi pada saatnya jika berita Bapak terlalu tendensius kami juga sebagai Warga Negara juga punya hak juga pak. Tks dan mhn maaf,” imbuhnya bahwasanya dirinya telah menelepon wartawan Siantar 24Jam (Rudi Sinaga) memberikan informasi yang diketahuinya.

“Rekan Bapak Pak Rudi Sinaga juga sudah saya telepon langsung dan memberikan informasi yang saya tahu via telepon. Tapi dalam daftar pertanyaan Bapak bersama pak Rudi (dalam WA Bapak) masih mutar mutar juga dengan pertanyaan yang sama. Apakah itu yang Bapak masuk konfirmasi pak ???,” tanya Djonner.

Diketahui KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien dan lestari. KPH itu terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) dan KPHL (Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Dimana diketahui, lahan enclave Sitahoan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Sehingga lintangnews.com mengkonfirmasi berapa luasan lahan enclave Sitahoan. Dalam rangka ingin mengetahui apakah luas lahan enclave Sitahoan tersebut terjadi perluasan ke kawasan hutan.

Menurut Kasi Perlindungan Hutan UPT KPH Wilayah II Siantar, Kendra Purba, kayu yang dibawakpengusaha berinisial LS per harinya sebanyak 4 truk bukan kayu dari kawasan hutan. Melainkan kayu dari lahan enclave Sitahoan. Asal usul kayu itu disampaikannya hasil dari cek tunggul pihaknya bersama Kepolisian.

“Kalau itu tidak tau lah ya. Tapi sudah beberapa kali anggota kita kesana dan bersama pihak kepolisian, tunggul bekas penebangannya berada di dalam enclave (Sitahoan),” tulis WA Kendra, Senin (11/11/2019) sekira pukul 12.22 WIB.

Menurutnya, tanaman eucalyptus milik PT Toba Plup Lestari Tbk (TPL) di seputaran kawasan Sitahoan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon bukan di luar konsesi. Itu merupakan program PKR (Perkebunan Kayu Rakyat) PT TPL di luar kawasan hutan. Melainkan di tanah masyarakat dengan sistem bagi hasil.

“PT TPL itu punya program PKR yang penanamannya di luar kawasan hutan. Di tanah masyarakat dengan sistem bagi hasil masyarakat dengan PT TPL,” tukas Kendra. (Zai)