Siantar, Lintangnews.com | Proyek lanjutan peningkatan Jalan Pendidikan Kota Siantar diduga sarat bermasalah.
Pasalnya, fakta di lapangan, agregat kasar dan agregat halusnya tidak saling mengunci, sehingga berongga udara.
Salah seorang pengguna jalan mengaku bermarga Turnip pasca melintas, Rabu (18/12/2019) mengatakan, lazimnya penyebab antara agregat tidak saling mengikat itu terjadi karena beberapa hal.
Seperti pemakaian alat pemadat, merek dan beratnya yang tidak sesuai. Juga akibat daerah yang berlubang atau kurang rata tidak ditambahkan agregat material secara manual, sehingga hasilnya tidak padat.
Menurutnya, proses pemadatan yang pertama kali setelah material dihamparkan secara merata, harus dipadatkan dengan compactor. Setelah agak merata, kemudian disiram air menggunakan water tank.
Kemudian, setelah air merata di permukaan, agregat yang sudah dipadatkan sebelumnya. Lalu agregat lapis pondasi dipadatkan lagi dengan vibratory roller sampai merata dan padat (tidak berongga).
“Penyiraman itu untuk pemadatan. Karena dengan adanya penyiraman air itu, rongga-rongga antara agregat akan terpadatkan dengan sendirinya dan saling mengunci dan tidak berongga udara,” tukasnya.
Sesuai plang proyek di lokasi, jika judul kegiatan itu lanjutan peningkatan Jalan Pendidikan Kota Siantar, dengan nomor kontrak 000012/Kontrak/Tender-PJRAZ/APBD/1.03.01 1/X/2019. Sementara tanggal kontrak 9 Oktober 2019.
Disebutkan, nilai kontrak sebesar Rp 1.210.841.000, dengan sumber dana APBD Tahun Anggaran (TA) 2019. Masa pelaksanaan selama 80 hari ditambah 180 hari kalender masa pemeliharaan. Penyedia jasa diketahui CV Sisi Sola Gracia di Jalan Mangga Nomor 93A Kota Siantar.
Hingga berita ini dilansir, belum diketahui siapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Direktur Teknik (Dirtek) lanjutan peningkatan jalan proyek milik Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Termasuk Direksi perusahaan penyedia jasa, karena tidak mecantumkan nomor kontak personnya. (Zai)


