Air Buangan PT Jampalan Baru Resahkan Warga Simpang Empat

Air buangan dari PT Jampalan Baru.

Asahan, Lintangnews.com | Bau tak sedap mulai tercium di kala waktu siang menjelang sore. Apalagi menjelang malam hari, semakin terasa menyucuk ke hidung aroma tak sedap berasal dari air buangan PT Jampalan Baru.

Ini terasa letika memasuki kawasan pemukiman warga , tepatnya di dusun 9 Jampalan Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Kejadian ini sudah lama dirasakan warga setempat. Namun sampai saat ini belum juga bisa merasakan kenyamanan dari bau yang ditimbulkan dari air buangan PT Jampalan Baru.

PT Jampalan Baru yang berada di Jalan Teuku Umar No 87 Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sabun mandi dan bahan pembersih kebutuhan rumah tangga.

Diketahui pihak perusahaan mengalirkan air buangan dari sisa pengelolaan bahan produksi nya ke pemukiman masyarakat. Akibat dari buangan air sisa pengelolaan itu berdampak buruk buat masyarakat sekitar.

Seperti penuturan salah seorang warga Dusun 9 Jampalan, Masinah. Menurutnya, warga setiap hari harus mencium bau tak sedap dari air buangan PT Jampalan Baru.

“Airnya itu berwarna keputih-putihan ditambah lagi berbusa. Kalau sudah menjelang malam hari baunya semakin parah. Itu lah harus kami rasakan selama ini setiap waktu,” sebutnya, Sabtu (23/3/2019).

Ini menyebabkan adanya kekhawatir dengan kesehatan mereka. Pasalnya, bahan-bahan pengelolaan sabun itu ada unsur zat kimianya . “Takutnya kalau semakin lama dihirup bisa menimbulkan penyakit buat semua warga,” ujar Masinah.

Menurutnya, ini belum lagi jika musim hujan, maka air meluap. Akibatnya, halaman warga terkena banjir dari air luapan tersebut.  “Jika musim banjir, air yang meluap itu  bisa nantinya meninggalkan air berwarna hitam. Itu lah yang kami alami warga di sini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Simpang Empat, Afid  ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler berulang kali dihubungi lintangnews.com, justru tidak mengangkat meskipun nadanya tersambung. (handoko)