Alihkan Penanganan Perkara OTT ke Seksi Lain, Kajari Simalungun Diduga Ada Main

Tersangka OTT pegawai PDAM Tirta Lihou, Edison Saragih dan Kasi Pidsus Kejari Simalungun, Alan Baskara.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Irvan PD Samosir diduga ada main, sehingga nekad mengalihkan penanganan perkara tindak pidana Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke Seksi Pidana Umum (Pidum).

Informasi dihimpun, Kamis (21/2/2019) menyebutkan, penyidikan kasus tindak pidana OTT pegawai PDAM Tirta Lihou, Edison Saragih yang dilimpahkan berkasnya oleh Polres Simalungun ke Kejari Simalungun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Irvan PD Samosir memberikan Surat Perintah Dilaksanakan Penyidikan (SPDP) ke Seksi Pidum. Sementara diketahui kasus OTT ini merupakan tindak pidana khusus.

Menanggapi konfirmasi yang disampaikan, sebab dinilai janggal, oknum Kejari di Sumatera Utara (Kejatisu) yang minta tidak mempublikasikan jati diri maupun instansinya bertugas, jika kasus OTT menurutnya kasus Pidsus.

“Gak taulah kenapa dimasukkan ke Pidum. Tapi mungkin ada pertimbangan mereka, atau mungkin jaksa Pidsus nya ada di bagian Pidum. SPDP nya juga harus diserahkan ke Pidsus bukan ke Pidum,” ujarnya.

Menurutnya, yang pasti gak ada kasus OTT di Pidum. “Pernah sih ada terjadi, tapi tetap saja Kasi Pidsus yang pimpin timnya. Coba dikonfirmasi dulu Kasi Pidum, siapa tau seperti apa yang saya sampaikan,” paparnya.

Terkait konfirmasi disampaikan, Kasi Pidum Kejari Simalungun, Alan Baskara meminta maaf sebab tidak segera mengapresiasi konfirmasi yang dilayangkan mengingat sedang mengikuti acara di Medan.

“Maaf, baru saya balas. Saya acara di Medan. Dapat dijelaskan, tidak ada tindakan yang menyalahi aturan atau pengalihan karena benar itu perkara Pidsus,” tulis via WhatsApp (WA), Alan Baskara.

“Kalau yang Pak Zai (kru lintangnews.com) permasalahkan kenapa saya yang diwawancarai kemarin, adalah karena saya selaku pelaksana pimpinan. Untuk fakta dan lebih jelasnya, baiknya konfirmasi ke Kasi Intel Kejari Simalungun selaku humas,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Polres Simalungun melakukan OTT terhadap Edison Saragih saat melakukan transaksi dengan masyarakat Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, Edison Saragih tertangkap melakukan pungutan liar (pungli) untuk biaya pemasangan pipa baru yang berpenghasilan rendah, walaupun pemasangan itu seharusnya gratis.

“Ini kita dalami setelah adanya laporan masyarakat yang mulai resah. Sesuai peraturan, pemasangan itu gratis. Tersangka yang memasang dan mengutip uangnya,” ungkap Kapolres pasca menggelar press release di Asrama Polres Simalungun, Rabu (7/11/2018) lalu.

Dalam penangkapan pasca OTT tersebut, personil Polres Simalungun berhasil menyita barang bukti menguatkan perbuatan Edison Saragih yakni, berupa uang sebesar Rp 11,2 juta dan 1 unit handphone (HP) merek Vivo.

Sementara pasal yang diprasangkakan Kepolisian terhadap perbuatan yang dilakukan Edison Saragih yakni, pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Korupsi junto pasal 64 KUHPidana tindak pidana korupsi. (zai)