Alumni SMP Islam Azizi Rajut Kebersamaan di Agrowisata Paloh Naga

Para alumni SMP Islam Azizi Medan angkatan 83 saat berada di Agrowisata Paloh Naga, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Deliserdang, Lintangnews.com | Berbagai acara dilakukan untuk mengisi liburan Tahun Baru 2019 ini.

Ada yang berwisata menikmati alam pengunungan maupun ke pesisir pantai menikmati ombaknya laut dan butir-butir putih pasir pantai.

Namun kali ini komunitas alumni SMP Islam Azizi Medan angkatan 83, Selasa (1/1/2019) mengisi liburan lebih memilih wisata tracking persawahan di Agrowisata Paloh Naga, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Dengan mengendarai 4 unit mobil, mantan siswa siswi yang mulai ditumbuhi rambut putih itu rela menempuh jarak 30 Km dari Kota Medan menuju objek wisata di Kecamatan Pantai Labu demi mengisi liburan, sekaligus merajut kebersamaan yang sudah terputus 35 tahun lamannya.

Tampak puluhan mantan siswa siswi itu meluapkan kegembiraannya sambil menikmati ikan panggang, cumi rebus, nasi serta buah-buahan yang dipesan di warung sekitar objek wisata.

Salah seorang mantan siswi, Raden Roro Juwairyiah menuturkan, mereka merupakan mantan angkatan tahun 83 yang rata-rata sudah berumur 50 tahun, bahkan menjadi nenek dan kakek datang ke lokasi itu (Paloh Naga) untuk mengisi liburan tahun baru, sekaligus temu kangen atau merajut kebersamaan.

Para alumni saat berfoto bersama.

‘Karena pada tahun ini lah kawan-kawan di Pekan Baru, Brandan dan Deliserdang bisa berkumpul pulang kampung. Ini lah momen tepat bagi kami untuk melanjutkankan kembali tali silaturahmi yang telah lama putus,” sebutnya, seraya berharap kegiatan ini terus berlanjut selamanya

Hal senada disampaikan Siti Rofigoh yang saat ini menetap di Pekan Baru. Didampingi seorang mantan siswa lainnya, M Idris Lubis mengatakan, masa-masa yang paling indah itu ketika sekolah.

“Saat liburan ini lah kita bisa bercanda, bergurau dan tertawa bersama sambil mengingat masa sekolah dulu. Banyak kenangan yang tak terlupakan pada masa-masa SMP dulu. Disini lah kami bisa meluapkan kegembiraan dan kerinduan pada teman-teman,” sebut Siti.

“Saya pun berharap, kalau bisa terus bertemu agar rindu bisa terobati,” ujarnya sambil menyeka air matanya yang jatuh karena ada tanggal Januari harus kembali ke Pekan Baru menemui keluarganya.

Ini juga diikuti beberapa alumni lainnya menyeka air mata yang membasahi pipi seakan tak rela berpisah dengan Siti Rofigoh ke Pekanbaru, serta M Danil ke Brandan. (idris)