ASN Dishub Siantar Bolos Kerja, Plt Kepala Inspektorat: Kami Konfirmasi Dulu ke Atasannya

ASN (ilustrasi).

Siantar, Lintangnews.com | Adanya salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perhubungan (Dishub) yang bolos kerja, hanya karena kepentingan perseorangan bukan tugas pemerintahan, mendapat tanggapan dari Inspektorat Pemko Siantar.

Junaedi Sitanggang selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat mengaku, akan mempelajari sikap dari ASN bernama Sahrul Pane itu. “Kami analisis dulu ya, terima kasih informasinya,” sebutnya, Selasa (10/8/2021).

Disinggung potensi memanggil yang bersangkutan terkait pelanggaran yang dilakukan ASN itu, Junaedi mengaku, Inspektorat akan melakukan konfirmasi pada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) untuk mengetahui apakah seijin atasan atau tidak.

“Kami konfirmasi dulu ke atasannya (Esron Sinaga selaku Kepala Dinas Perhubungan) nanti,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang kasus sengketa tanah yang terletak  di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat antara Hendry selaku tergugat dengan Lilis Daulay sebagai penggugat kembali digelar Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Medan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (9/8/2021).

Salah satu saksi dalam persidangan ini adalah Sahrul Pane seorang ASN yang bertugas di Dishub Siantar. Dalam sidang itu, dia dihadirkan tergugat karena pernah menjabat sebagai Lurah Teladan.

Kuasa hukum penggugat, Rudi Malau mengatakan, dalam persidangan, majelis hakim sempat bertanya tentang izin tugas dan izin cutinya datang ke PTUN Medan dari Kadishub Esron Sinaga. Sayangnya Sahrul tidak bisa menunjukkannya.

“Surat tugas tidak ada ditunjukkan dan surat untuk cuti juga tidak ada. Hakim sudah mempertegas kehadirannya tanpa surat dari pimpinannya menjadi tanggung jawab pribadi,” sebut Rudi.

Dia mengatakan, yang bersangkutan hanya menerangkan soal mediasi yang dulu pernah terjadi sewaktu menjadi Lurah Teladan, bukan untuk menyaksikan tentang dokumen atau berkas tanah tetap. “Untuk kesaksiannya, kalau menurut kami sangat berbelit-belit,” ucap.

Sikap Sahrul yang meninggalkan tugas demi menjadi saksi yang tidak ada kaitannya dengan tugas sebagai ASN dikecam sejumlah pihak.

Salah satu mahasiswa USI, AJis menilai, yang dilakukan Sahrul sungguh menciderai semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Apalagi saat ini situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sungguh tidak etis meninggalkan kerja karena kepentingan seseorang,” sebutnya.

Mahasiswa semester akhir ini mendesak Dishub dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memberi sanksi yang tegas agar tidak menjadi contoh bagi ASN lainnya. “Harus ada tindakan tegas, agar tidak menjadi contoh bagi pegawai lainnya,” tandasnya. (Elisbet)