Berbiaya Miliaran Rupiah, Pemeliharaan Jalan di Kisaran Barat Tak Sesuai Harapan  

Kerusakan badan Jalan Abdi Setia Bakti, Kelurahan Sei Renggas.

Asahan, Lintangnews.com | Jalan yang rusak  terkesan dibiarkan begitu saja dan disayangkan kurangnya perhatian dari pemerintah.

Seharusnya sudah wajar jika jalan mendapatkan perhatian khusus. Karena jalan merupakan infrastruktur oleh masyarakat yang sangat diutamakan.

Seperti terlihat di Jalan Abdi Setia Bakti, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan tepatnya di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Pantauan lintangnews.com di lapangan, Jumat (18/1/2019), banyak jalan yang rusak dan berlobang dipenuhi air seperti kubangan kerbau . Miris melihat kondisi itu, sementara ada dana perawatan, tetapi jalan itu dibiarkan saja.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Isna mengaku, miris dengan kondisi jalan yang rusak, padahal dekat daerah perkotaan. Menurutnya, kerusakan jalan itu dibiarkan begitu saja, apalagi musim hujan, jalanan banjir seperti kolam ikan.

Kondisi Jalan Abdi Setia Bakti, Kelurahan Sei Renggas yang mengalami kerusakan.

“Air menggenangi, sehingga terkadang melintas di jalan itu berbahaya. Kenapa tidak diperbaiki sudah tau berlubang, apakah harus ada kecelakaan memakan korban baru diperbaiki,” ucap Isna.

Menurut salah seorang sumber yang layak dipercaya, namun enggan namanya disebutkan menuturkan, dana pemeliharaan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Asahan bersumber dari APBD tahun 2017 menelan biaya miliaran rupiah.

Namun hasil pengerjaan pemeliharaan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti penempelan dan perawatan jalan di Jalan Abdi Setia Bakti yang sudah rusak.

“Berapa besar negara mengeluarkan dana untuk biaya itu justru mengecewakan seperti terlihat jalan kupak-kapik digenangi air,” papar sumber.

Disayangkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kasi Pemeliharaan Dinas PU berinisial AEST yang membidangi pemeliharaan jalan menyikapi hal itu seperti ada hal pembiaran, sehingga pekerjaan tersebut dinilai asal jadi. (handoko)