Cabdis Wilayah III Segera Berkoordinasi Terkait Pertambangan di Sambosar Raya

Kadis ESDM Sumut, Zubaidi, proyek tangki sumur bor dan lokasi pertambangan illegal di Sambosar Raya Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Cabang Dinas (Cabdis) Wilayah III berkedudukan di Kota Siantar akan segera berkoordinasi ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara.

Ini terkait pertambangan batu koral diduga illegal di Dusun Silawar Nagori Sambosar Raya, Kecamatan Raya Kahea,n Kabupaten Simalungun.

Wacana itu disampaikan Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) ESDM Wilayah III, Syachriady Syawal Harianja, Selasa (23/2/2021).

“Kami akan koordinasi ke inspektur tambang, sehingga mereka meninjau ke lokasi. Selanjutnya menunggu rekomendasi inspektur tambang Kementerian ESDM Dirjen Minerba untuk dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Itu jika pertambangan memang tidak miliki  ijin,” ungkap Syachriady.

Menurut mantan Kacabdis ESDM Wilayah II didampingi pelaksana proyek atau rekanan Dinas ESDM Sumut, Ramses Manurung, pihaknya tidak mau terjun ke lokasi dalam rangka menindak ataupun memintai klarifikasi ada tidaknya perizinan tambang di Nagori Sambosar Raya.

Ini karena takut disomasi oleh pengelola pertambangan, mengingat pemerintah pusat telah mensahkan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengganti UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ini sehubungan beralihnya kewenangan pengelolaan kepada pemerintah pusat.

Bantah Anak Kadis ESDM Pelaksana Proyek di Kabupaten Dairi dan Humbahas

“Jangan jadi kena delik orang lae, anak Kepala Dinas ESDM Sumut, Zubaidi bernama Reza bukan pelaksana proyek Dinas ESDM Sumut tahun 2019 lalu. Proyek sumur bor di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) itu satu paket, saya rekanannya. Kalau ada temuan kerugian negara, paling kami mengembalikan,” ucap Ramses.

Menurut Ramses, penyebab keruhnya air sumur bor di Desa Simumun, Kecamatan Siemoat Nempuh Hilir Kabupaten Dairi, bukan karena salah alokasi ataupun kesalahan teknis saat pengerjaan.

“Itu akibat tidak optimalnya penggunaan air dari sumur bor itu. Dan itu akibat minimnya warga setempat mengambil airnya,” ucap Ramses. (Zai)