Calo CPNS Sergai Bobol Bank BRI Tebingtinggi

Terdakwa pembobol Bank BRI saat digiring pegawai Kejaksaan.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Meski pernah dihukum majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi selama 2 tahun terkait kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Junaidi bukan malah berbuat baik.

Senin (8/4/2019) terdakwa dihadirkan jaksa Anastasia dalam persidangan dipimpin majelis hakim Albon Damanik terkait kasus pembobolan bank sehingga nasabah dirugikan.

Sebelum membobol kas bank, terdakwa juga membuat laporan palsu ke Polsek Padang Hulu. Bahkan juga menipu kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Awalnya Junaidi pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 09.30 WIB bertempat di Bank BRI Cabang Tebingtinggi melakukan kejahatan perbankan. Ternyata sebelumnya, Selasa (2/1/2019) sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa melintas di Jalan Pulau Sumatera Lingkungan 6, Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi melihat korban Muhammad Yasir Hasibuan yang merupakan agen BRI Link.

Kemudian terdakwa mendatangi korban dan mengatakan ada temannya ingin mentrasfer uang. Tetapi terdakwa tidak memiliki rekening bank, sehingga meminta nomor rekening korban. Akhirnya korban memberikan nomor rekening BRI miliknya dengan nomor 0283.01.041971.505 atas nama Muhammad Yasir Hasibuan dan nomor handphone (HP) 085346200650.

Selanjutnya pergi meninggalkan korban , an mengatakan jika nanti sudah dikirim maka terdakwa akan memberitahukannya kembali.

Sabtu (5/1/2019) sekira pukul 09.00 WIB, terdakwa pergi ke Bank Mandiri untuk mengambil struk transfer di tong sampah. Terdakwa membawa struk transfer ke warnet, lalu mengetik ulang dan menimpa bukti transfer sebelumnya.

Ternyata terdakwa membuatnya seakan-akan seperti asli dari rekeningnya, lalu difoto copy dan memfoto bukti transfer tersebut. Di hari yang sama, sekira pukul 16.00 WIB terdakwa mendatangi korban ke warung miliknya. Terdakwa mengatakan, temannya telah mentransfer uang sebesar Rp 1 juta kepada korban, serta memperlihatkan bukti transfernya di HP miliknya. Namun korban berkata akan mengecek terlebih dahulu ke bank pada hari Senin.

Besoknya, sekira pukul 13.00 WIB terdakwa kembali mendatangi korban dan mengatakan uang yang ditransfer temannya tidak jadi masuk karena gagal pengiriman. Korban juga mengatakan, tidak ada transaksi karena isi saldonya yang sebelumnya sebesar Rp 19.950.000 tak bertambah di dalam rekeningnya.

Selanjutnya terdakwa mengetik blangko atau formulir berjudul ‘Laporan Usaha Mandiri’. Lalu menemui Kepala Lingkungan (Kepling) IV, Roimen dan terdakwa mengaku sebagai Tim Survei Usaha Mandiri bernama Dedek. Romein bertanya kepada terdakwa apakah bekerja sama dengan Koperasi Usaha Mandiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dan terdakwa langsung mengiyakan, sehingga Roimen percaya.

Terdakwa meminta Roimen agar mencari usaha dagang yang diprioritaskan terletak di depan jalan. Sebagai contohnya, terdakwa menunjuk warung korban yang tidak jauh dari rumah Roimen.

Kemudian terdakwa menyerahkan blangko Laporan Usaha Mandiri kepada Roimen agar diisi pedagang dan meminta foto copy Kartu Keluarga (KK) sebagai persyaratannya. Akhirnya Roimen menemui korban dan meminta foto copy KK sesuai dengan permintaan terdakwa.

Terdakwa pun menemui Roimen dan meminta blangko yang sudah terisi berikut foto copy KK. Roimen lalu menyerahkan 3 blangko dan 3 lembar foto copy KK, yang salah satunya adalah milik korban.

Usai mendapatkan KK korban, kemudian terdakwa menemui Purwanto alias Bang Pur yang bekerja di Disdukcapil dan meminta untuk dibuatkan KTP korban atas nama Muhammad Yasir  Hasibuan, dengan alasan temannya itu pergi ke Medan. Terdakwa juga menyerahkan KK korban.

Setelah KTP korban selesai dicetak, selanjutnya terdakwa mendatangi Polsek Padang Hulu untuk mengurus surat kehilangan barang dengan mengaku sebagai  Muhammad Yasir Hasibuan yang kehilangan buku tabungan dan kartu ATM Bank BRI Cabang Tebingtinggi dengan nomor rekening 0283.01.041971.505 atas nama korban. Dimana terdakwa memberi keterangan, jika buku tabungan dan kartu ATM telah hilang atau tercecer pada Rabu (9/1/2019) sekira pukul 09.30 WIB di sekitar Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi dengan menunjukkan KTP korban.

Selanjutnya terdakwa menandatangani surat laporan kehilangan barang sebagai pelapor mengaku sebagai korban yang menyerupai tanda tangan Muhammad Yasir Hasibuan.

Setelah mendapatkan surat keterangan hilang, pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 09.30 WIB, terdakwa mendatangi Bank BRI Jalan Sutomo Tebingtinggi untuk mengurus kartu ATM dan buku tabungan atas nama korban di Costumer Service. Terdakwa mengajukan surat permohonan penggantian buku tabungan dan menandatangani surat tersebut menyerupai tanda tangan korban.

Pegawai bank menerbitkan ATM dan buku tabungan yang baru atas nama korban. Kemudian terdakwa menandatangani buku tabungan dan ATM menyerupai tanda tangan korban.

Terdakwa selanjutnya ke Bank BRI Jalan Sudirman Simpang Dolok dan menarik uang dari dalam rekening korban sebesar Rp 18 juta  dengan menggunakan buku tabungan. Pada saat melakukan transaksi penarikan uang, terdakwa menandatangani slip penarikan menyerupai tanda tangan korban dan mengaku sebagai Muhammad Yasir Hasibuan.

Kemudian terdakwa ke ATM BRI di bank tersebut dan kembali menarik uang dari rekening korban sebesar Rp 2.950.000,dengan rincian 2 kali transaksi. Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp 20.950.000.

Dalam dakwaan pertama perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 263 Ayat (1) KUHP. (purba)