Usai UNBK, Pelajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Kisaran Bagikan Makanan

Para pelajar saat membagikan bungkusan makanan kepada penarik becak bermotor.

Asahan, Lintangnews.com | Berakhirnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), biasanya banyak para pelajar dari berbagai sekolah melakukan hal-hal negatif seperti, coret-coretan, ugal-ugalan dengan sepeda motor atau tindakan lainnya.

Namun tidak demikian dengan Sekolah Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Kisaran, Kabupaten Asahan. Untuk menghilangkan tradisi sebelumnya, para pelajar melakukan kegiatan dengan berbagi sesama, Senin (8/4/2019). Mereka justru memberikan bungkusan berupa kue dan air minum.

Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Kisaran, Zul Azmi menuturkan, kegiatan yang pertama kali dilakukan itu merupakan gagasan guru- guru dan para siswa-siswi. Namun sebelumnya sudah ditanggapi positif oleh para orang tua siswa.

“Sebanyak 1.200 bungkusan makanan yang dibagikan pada para penarik becak, pedagang kaki lima, pengendara dan warga yang melintas,” ungkap Zul.

Lanjutnya, kegiatan itu juga merupakan bentuk rasa bersyukur karena sudah berakhirnya UNBK. Ini ditambah lagi ada pelajar yang sudah lulus SNMPTN sebanyak 10 orang di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Medan, Jakarta, Jambi dan Aceh.

Zul menambahkan, tujuan dari kegiatan itu untuk menghindari tradisi coret- coretan, dengan melakukan gerakan sosial. Ini supaya para pelajar bisa lebih melakukan hal-hal positif dan lebih bermanfaat.

“Harapan saya kedepannya mudah-mudahan para pelajar yang akan mendatang bisa meniru dan terus menjaga tradisi ‘berbagi itu indah dan tidak lagi ada coret- coretan.

Pantauan lintangnews.com di lokasi, terlihat para pelajar bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Diketahui sebanyak 54 pelajar yang terlibat, termasuk guru-guru.

Ada pun lokasi kegiatan meliputi dari Jalan Madong Lubis, Simpang Empat Gambir Baru , Tugu Imam Bonjol dan Masjid Raya Imam Bonjol.

Di tempat terpisah, salah seorang pedagang kaki lima, Agung mengapresiasi kegiatan para pelajar tersebut. Dirinya juga berterima kasih atas pemberian makanan itu.

“Baru kali ini saya temui kegiatan seperti itu. Memang seharusnya para pelajar berbuat seperti ini agar kedepannya bisa menjadi baik. Karena mereka ini lah penerus anak bangsa masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan itu juga diapresiasi salah seorang guru Daar Ulum Kisaran saat melintas. Menurutnya, ini bisa sebagai contoh bagi sekolah lainnya, agar bisa melakukan hal-hal yang positif. Artinya tidak lagi melakukan hal-hal tidak penting seperti coret-coretan atau tindkana negatif lainnya. (handoko)