Dampak Virus Corona, Ibadah Minggu di GKPS Tebingtinggi Sepi

Suasana kebaktian ibadah minggu di GKPS Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Mencegah Virus Corona atau Covid-19, Gereja GKPS Tebingtinggi, Jalan Sisinggamangaraja melakukan cuci tangan pembersih pada seluruh jemaat yang hendak datang untuk mengikuti kebaktian, Minggu (22/3/2020).

Kondisi ini setelah merebaknya Covid-19 di tanah air. Untuk mencegahnya, kegiatan keagamaan juga dibatasi. Bahkan ada yang sama sekali menghentikan kegiatan rutinitas itu, dengan tujuan agar Virus Corona tidak menyebar.

Semua pucuk pimpinan gereja juga telah mengeluarkan surat agar kegiatan ibadah atau mengumpulkan jemaat dibatasi atau ditiadakan untuk sementara waktu, demi menjaga kesehatan bersama.

Ternyata himbauan itu berdampak terhadap warga jemaat yang akan mengikuti kebaktian minggu. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, jemaat dominan lebih memilih tinggal di rumah dan melakukan kebaktian sendiri.

Pantauan di GKPS Tebingtinggi, Jalan Sisingamangaraja, kegiatan ibadah setiap minggu, jemaat pasti memenuhi seluruh kursi tersedia.

Namun, lainnya halnya pada Minggu (23/3/202), sekaitan Virus Corona yang semakin merebak, jumlah jemaat yang mengikuti kebaktian sangat berkurang 25 persen dari biasanya. Kondisi dalam gereja lengang dan koor hanya dari kaum Namaposo atau Pemuda.

Para jemaat mencuci tangan sebelum kebaktian.

Pdt Resort, Pdt Rudiaman Saragih didampingi Pucuk Pimpinan Harian, St Jan Binnen Saragih mengakui, jumlah jemaat dapat dihitung kehadirannya yang mengikuti kebaktian minggu.

“Bagi jemaat yang mengikuti kebaktian, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 diwajibkan cuci tangan di samping ruangan gereja yang sudah disediakan. Dan untuk sementara salaman antar jemaat ditiadakan,” paparnya.

Dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona, sejak besok GKPS Tebingtinggi meniadakan kebaktian Partonggoan di 6 Sektor hingga minggu pertama bulan April 2020. Begitu juga kegiatan seksi-seksi dan ibadah Sekolah Minggu ditutup.

“Pekan depan akan melakukan ibadah melalui live yang disediakan pihak gereja untuk diketahui seluruh jemaat,” papar Pdt Rudiaman.

Dalam pantauan sejumlah gereja di Tebingtinggi masih tetap melaksanakan Ibadah Minggu bersama, seperti HKBP Jalan Kartini, GMI, GKPS Bandar Sakti, HKBP Saroha dan lainnya.

Namun Gereja Katolik dan HKBP Jalan Lama menutup ibadah minggu dengan menyelenggarakan ibadah minggu di rumah-rumah. (Purba)