Dapatkan Proyek di Simalungun, Rekanan Diduga Setor ke Tim Pemenangan Bupati RHS

Kemeja putih lengan panjang pakai topi pet warna hitam bersulamkan Bupati, Ketua Tim pemenangan pasangan RHS-ZW inisial CH bersama Bupati Simalungun, RHS meninjau peristiwa banjir longsor di Parapat.

Simalungun, Lintangnews.com | Untuk memperoleh proyek atau kegiatan fisik yang akan diselenggarakan oleh Pemkab Simalungun, para pemborong (rekanan) disebut lebih dulu memberikan uang muka.

“Kan ada mau main proyek tahun ini. Ada tetap uang mukanya. Siapa bilang gak ada uang mukanya,” ungkap salah seorang pemborong melalui telepon seluler, Senin (17/5/2021).

Uang muka yang kerap disebut KW (kewajiban) untuk memperoleh proyek itu sebesar 20 persen per paketnya. “20 persen,” jelasnya sembari mengatakan yang saaat ini lebih parah nilai KW nya.

Selain itu, untuk uang muka memperoleh proyek, para pemborong diduga menyetor kepada 2 orang oknum tim pemenangan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga yakni inisial CH dan BSMN.

“BSMN sama CH. Kan kedua orang itu saat ini pembagi proyek,” sebutnya sembari mengungkapkan, proyek yang akan dilaksanakan berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun.

Sementara, Lusman Siagian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang dikelola Disdik Simalungun melalui pesan singkat, Senin (17/5/2021) menyampaikan tidak tau mengenai hal itu. “Siapa katanya yang minta?,” balas Lusman.

Disinggung dugaan uang muka yang meminta adalah CH dan BSMN, Lusman kembali menyampaikan tidak tau.

“Kalau saya tidak. Karena semua daftar sudah saya sampaikan ke pimpinan. Ada 50 paket. Sama-sama lah kita cari infonya,” tulisnya.

Sementara, Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga di beberapa kegiatan lokasi berbeda sebelumnya dalam sambutannya kerap menegaskan jangan lagi kutipan dan aneh-aneh.

Seperti saat rapat koordinasi dengan Pangulu Nagori yang digelar di ruang Harungguan Djabanten Damanik Pemkab Simalungun, Senin (3/5/2021) lalu.

“Tidak ada lagi namanya tim RHS atau tim apa pun itu namanya. Yang ada sekarang Gerakan Membangun Simalungun dengan Marharoan Bolon. Mulai kepemimpinan saya, jangan lagi aneh-aneh. Karena Bupatinya juga tidak aneh-aneh,” ucap Radiapoh.

Kemudian, saat peresmian salah satu rumah ibadah di Nagori Tambun Rea, Kecamatan Pematang Sidamanik, Minggu (9/5/2021) lalu, dalam sambutannya, Radiapoh juga menyampaikan jangan ada lagi kutipan.

“Saya tidak mau warga diperas. Kemarin, ada salah satu Orgaanisasi Perangkat Daaerah (OPD) melakukan kutipan. Hari itu juga saya perintahkan kembalikan. Jangan sampai diperiksa polisi dan jaksa,” tegas Bupati di hadapan para jemaat yang hadir.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan RHS-ZW, CH saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (16/5/2021) justru mengatakan agar ditanyakan pada Kepala Dinas (Kadis) nya. “Kan ada PPK nya di situ,” tukasnya.

Ketika disinggung adanya disebut dirinya dan BSMN sebagai pembagi proyek, CH kembali menjawab agar dipertanyakan pada Kadis nya. “Tanya Kadis nya,” ucapnya sembari mengaku tidak tau usai ditanya apakah ada membagi dan menjual proyek. (Zai)