Diawasi Bawaslu, KPUD Tebingtinggi mulai Sortir dan Lipat Surat Suara

Proses pelipatan surat suara yang dilaksanakan KPUD Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tebingtinggi mulai melakukan penyotiran dan pelipatan sebanyak 362.167 surat suara untuk DPR, DPRD Provinsi Sumatera Utara dan DPRD Kota Tebingtinggi, Sabtu (9/3/2019) di gudang logistik KPUD, Jalan KF Tandean.

Proses pelipatan dan sortir surat suara mendapatkan pengamanan dari personil Polres Tebingtinggi dan diawasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Sekretaris KPUD Tebingtinggi, Ahmad Nurdin mengatakan, sebanyak 120 orang petugas yang telah direkrut dan mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) untuk melakukan sortir dan lipat surat suara.

“120 orang petugas dibagi menjadi 12 tim dalam penyotiran dan pelipatan dan ditargetkan selesai selama 5 hari,” kata Ahmad Nurdin, Minggu (10/3/2019).

Dia menjelaskan, ada beberapa yang harus diperhatikan petugas sebelum melipat surat suara, dengan menerawang apakah ada yang rusak robek, bertanda, cetakan miring dan buram.

“Kalau rusak jangan dilipat dan diusahakan buka lipatannya dulu. Jika sudah dicek dan bagus, baru lipat kembali,” jelasnya.

Sementara honor sudah ditetapkan KPUD sebesar Rp 90 per lembar. Petugas melakukan proses penyotiran dan pelipatan dimulai pukul 09.00-16.00 WIB.

Adapun jumlah surat suara yang disortir dan dilipat untuk DPR RI Dapil Sumut 1 sebanyak 119.722 lembar surat suara, DPRD Sumut Dapil 4 sebanyak 119.722 lembar, DPRD Tebingtinggi Dapil 1 sebanyak 45.391, Dapil 2 sebanyak 49.739 dan Dapil 3 sebanyak 27.593 lembar.

“Untuk surat suara DPRD Tebingtinggi sudah termasuk 1.000 surat suara untuk Pemilu ulang setip Dapilnya,” tandas Ahmad Nurdin.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Tebingtinggi, Huriadi Panggabean menyampaikan, proses penyotiran dan pelipatan surat suara dilakukan pengawasan oleh pihaknya secara melekat, untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Panwascam se Kota Tebingtinggi telah ditugas untuk standby mengawasi penyotiran dan pelipatan suara hingga selesai tepat waktu,” kata Huriadi.

Sambungnya, Bawaslu telah merekomendasikan pada KPUD Tebingtinggi agar petugas harus netral dan tidak membawa benda-benda yang dapat mengakibatkan rusaknya surat suara. (purba)