Dinilai Tumpul, Komunitas Muda Demo Kejari Tebingtinggi

Aksi demo yang berlangsung di kantor Kejari Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Penegakan hukum dinilai tumpul hampir setahun tetapi pemeriksaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan, Komunitas Muda Lawan Korupsi Tebingtinggi mendemo Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tebingtinggi, Kamis (11/7/2019) di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rambutan.

Para pendemo mencibir dan menuntut aparat penegak hukum khususnya pihak Kejari Tebingtinggi untuk bisa serta mampu mengusut tuntas dugaan korupsi di daerah itu.

Bahkan aksi para demonstran yang berorasi menagih janji dan komitmen Kejari Tebingtinggi untuk mengungkap praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di tahun 2019.

“Jangan buat kami menilai ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum Jaksa nakal di Kejari Tebingtinggi,” ungkap Firdaus selaku orator.

Para pendemo menagih janji dan komitmen pihak Kejaksaan yang akan mengusut tuntas beberapa kasus di Tebingtnggi, seperti di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang kini penyidikan tak tuntas.

Selain itu, lanjut Firdaus, pihaknya juga meminta kepada Kejari Tebingtinggi untuk mengungkap praktek KKN dalam pencairan dana hibah KNPI di Tebingtinggi.

“Dana hibah harus diperiksa jaksa, bukan hanya auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkesan manipulasi data-data laporan pertanggungjawaban (LPj) kegiatan KNPI. Sehingga harus dilakukan penelusuran yang serius oleh pihak Kejaksaan dalam mengungkap praktek KKN tersebut,” paparnya.

Pasalnya kegiatan kepemudaan tidak menyentuh pemuda sepenuhnya dan terkesan dipaksakan memenuhi data untuk bukti-bukti LPj.

“Demikian kami berharap Kejari Tebingtinggi dapat bekerja maksimal dalam mengungkap praktek KKN, salah satunya dana hibah KNPI tahun 2017-2018 segera diperiksa,” tutup Firdaus.

Pantauan di lapangan, pada saat melakukan aksinya sempat terjadi dorong-dorongan antara pihak Kejaksaan dan Kepolisian dengan pendemo yang memaksakan untuk masuk.

Pasalnya menurut penilaian para pendemon sepertinya pihak Kejaksaan tidak ada  etika baiknya dalam aksi tersebut, sehingga memaksakan diri untuk masuk.

Tak berapa lama melakukan aksi, para pendemo diterima perwakilan Kajari Tebingtinggi, Kasi Intel, Ranu dan berjanji akan segera mengungkap sejumlah kasus. “Saat ini Kajari sedang tugas luar,” sebut Ranu. (purba)