Ditangkap, Oktaviandy Purba Luka Lebam Dipukuli Oknum Sat Narkoba Siantar

Terlihat tersangka Oktaviandy Purba dalam kondisi lebam.

Siantar, Lintangnews.com | Tersangka kasus narkoba, Oktaviandy Purba (32) harus mendapatkan kekerasan dari oknum personil dan juru periksa (juper) Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar, setelah ditangkap bersama 2 orang rekannya, Sabtu (9/2/2019) malam lalu.

Bukan hanya wajahnya saja yang terlihat lebam, Oktaviandy Purba juga mendapatkan pukulan benda keras seperti besi, sehingga tulang hidungnya retak.

Pria yang diketahui bekerja sebagai supir Grab dan tinggal di Jalan Melanthon Siregar Gang Cisadane, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marihat ini kondisinya babak belur, saat pihak keluarga menyambangi Polres Siantar. Tujuannya mengajukan agar tersangka dirujuk berobat, hanya saja permohonan itu ditolak.

Bukan hanya itu saja, pihak keluarga yang sudah menyediakan kuasa hukum dari luar untuk mendampingi Oktaviandy dalam proses hukum juga mendapat penolakan.

Petugas justru malah mengatakan, kalau Oktaviandy mendapat pendampingan dari kuasa hukum yang disediakan oleh negara (prodeo) selama proses hukum berlangsung.

Mengetahui hal itu, abang kandung dari tersangka, Kopda Nelson Purba dengan didampingi kuasa hukumnya Zakaria mendatangi Polres Siantar.

“Kami mengetahui adik saya dipukuli ketika menjenguk ke Polres Siantar pada Minggu (10/2/2019) malam, karena surat penangkapan belum diberikan oleh petugas,” ujar Kopda Nelson, Rabu (13/2/2019).

Lanjut Kopda Nelson, jika adiknya menyatakan, kalau dirinya telah dipukuli 3 orang oknum petugas termasuk juper. “Paling parahnya, adik saya dipukuli pakai besi hingga tulang hidungnya patah. Adik saya juga dipaksa mengakui barang bukti ganja itu. Padahal adik saya menyatakan, kalau barang itu bukan miliknya,” tukas Kopda Nelson.

Kopda Nelson menyatakan, tidak terima dengan pasal 114 Subsider 112 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang dikenakan pada adiknya. Karena saat dilakukan penangkapan, adiknya hanya memakai ganja dan barang buktinya hanya rokok berisi sisa ganja.

Menurutnya, petugas sudah merampas hak-hak tersangka dan tidak seharusnya mendapatkan kekerasan. Pihaknya juga akan segera melaporkan oknum petugas Sat Narkoba ke bagian Propam Polres Siantar.

“Tersangka dibawa ke Polres untuk diamankan, bukan untuk disiksa. Ini petugas jelas telah menyalahi. Kita segera laporkan kasus ini ke Propam, agar petugas dan juper tak semena-mena terhadap tersangka kejahatan,” tukas Kopda Nelson. (res)