Dorong Sepeda Motor Boru Siboro, Pria Ini Dijatuhi Hukuman 2,5 Tahun Penjara

Terdakwa Joko Arif Arianto alias Joko ketika digiring petugas. (res/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Terdakwa kasus pencurian sepeda motor (curanmor) Joko Arif Arianto alias Joko divonis 2 tahun dan 6 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (27/6/2019) sekira pukul 14.30 WIB.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joko Arif Arianto alias Joko selama 2 tahun dan 6 bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan sementara, dengan perintah terdakwa agar tetap ditahan,” ucap Ketua Majelis Hakim, Fitra Dewi.

Selain itu, terdakwa juga terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan yang memberatkan, sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat (1) KUHPidana.

Vonis yang diberikan oleh majelis hakim lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa selama 4 tahun penjara dan dikurangi selama berada dalam masa tahanan sementara, dengan perintah agar tetap ditahan.

Mendengar hal itu, terdakwa Joko yang hanya bisa menundukan kepalanya ketika duduk di kursi pesakitan dan menerima vonis yang diberikan oleh majelis hakim.

Dalam pemberitaan sebelumnya, terdakwa Joko masuk ke dalam halaman rumah saksi Herawaty Siboro di Jalan Kaveleri, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa 13 November 2018.

Selanjutnya, terdakwa mendatangi kamera CCTV yang berada di halaman rumah saksi Herawaty dan menutupnya dengan plastik. Sehingga kamera tidak dapat mengambil gambar halaman rumah saksi.

Kemudian terdakwa langsung mengambil 1 unit sepeda motor Honda NF 125 dengan nomor polisi (nopol) BK 2249 yang terparkir di halaman rumah milik saksi korban, dengan cara mendorongnya sampai keluar.

Setelah mendorong hingga keluar dari halaman rumah, terdakwa pun berhasil membawa sepeda motor milik saksi korban. (Res)