Hingga Saat Ini Belum Ditemukan Gejala Radikalisme di Siantar

Empat pembicara dari sebelah kanan, Humas Pemko Siantar, Hamam Sholeh, Kanit Binmas Polsek Siantar Barat, Iptu Marahamit Harahap, Dosen USI, Riduan Manik  dan Fernando Sihotang.

Siantar, Lintangnews.com | Kota Siantar yang disebut salah satu kota toleran, sepertinya akan tetap terjaga. Bahkan paham radikalisme khususnya di Siantar belum ditemukan adanya gejala.

Hal ini disampaikan Kanit Binmas Polsek Siantar Barat, Iptu Marahamit Harahap saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi yang digelar Komunitas Mata Publik dengan tema ‘Merawat Kota Tolensi’, Selasa (5/3/2019) sore.

Dilanjutkan Iptu Marahamit, bahwa Kepolisian tetap memonitoring kondisi yang ada, namun pihaknya tetap meminta kepada masyarakat, khususnya pemuda untuk aktif dilingkungan masing-masing.

Iptu Marahamit juga menyampaikan, pihak Kepolisian mengharapkan kerjasama dari sejumlah pihak untuk menciptakan keamanan. “Kepada masyarakat dan pengguna media sosial (medsos) agar tetap bijak dalam menelaah berita apakah itu hoax atau tidak,” tandasnya.

Hamam Sholeh selaku Humas Pemko Siantar sebagai narasumber lainnya dalam pemaparannya mengatakan, ada sejumlah hal mengapa toleransi semakin menipis.

“Namun yang pasti toleransi tidak hanya sebuah sikap. Toleransi harus sebuah upaya yang harus terus dibangun,” ucapnya.

Sambungnya, salah satu faktor menururnya tingkat toleransi yakni medsos yang dipicu karena banyaknya kepentingan politik. “Ini bukan pembelaan, walaupun peringkat toleransi Siantar menurun, namun skornya meningkat dari yang sebelumnya,” pungkas Sholeh.

Riduan Manik narasumber lainnya menyampaikan, toleransi bukan hanya sekedar berbeda, namun ada kesamaan hak.  “Toleransi terkikis karena adanya egosentris pada masyarakat. Sehingga kearifan lokal semakin terkikis,” ujarnya.

Sambung Dosen Universitas Simalungun (USI) itu, radikalisme yang lagi marak saat ini harus disikapi. “Pemuda harus mengumandangkan kebhinekaan, jangan terbuai dengan kondisi yang ada. Millennial harus punya sikap,” tutup Riduan Manik.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Mata Publik dihadiri puluhan mahasiswa dan sejumlah organisasi di Siantar. Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Marlon Hutapea selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat. (elisbet)