Ini Penyebab Warga Protes Keberadaan Perusahaan Minyak Kelapa di Air Joman

Warga saat dimediasi dengan pihak perusahaan dipimpin Camat Air Joman, Ruslan Sitorus.

Asahan, Lintangnews.com | Warga Dusun I , III dan VI Desa Punggulan, serta Lingkungan III Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan protes terhadap perusahaan pengolahan minyak kelapa di daerah itu.

Aksi protes ini diduga akibat dampak limbah yang dikeluarkan pihak perusahaan tersebut.

Proses mediasi pun dilakukan antara masyarakat dengan pihak perusahaan di kantor Desa Punggulan, Jumat (21/5/2021).

Menurut Usman warga Lingkungan III Kelurahaan Binjai Serbangan selama 15 tahun beroperasi, masyarakat menderita akibat dugaan pembuangan limbah yang dialirkan ke saluran air perbatasan antara Desa Punggulan dan Kelurahan Binjai Serbangan, sehingga menyebabkan air tercemar serta bau tidak sedap.

“Selama 15 tahun kami menderita akibat limbah perusahaan UD Sejati. Bantuan apapun tidak pernah kami terima, baik sembako atau pun air bersih,” ucap Usman.

Di tempat terpisah, Kepala Desa (Kades) Punggulan, Suyatno mengatakan, hasil mediasi, jika pihak perusahaan bersedia menyediakan air bersih melalui pengadaan pipa di lingkungan masing-masing maupun Dusun yang berdampak limbah.

Selain itu, pihak perusahaan berjanji akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau bina lingkungan kepada warga sekitar.

“Kita akui selama 2 tahun belakangan ini pihak perusahaan memang tidak menyalurkan dana CSR tersebut. Pihak perusahaan berjanji selama1 bulan tuntutan warga akan direalisasikan. Hasil mediasi ini tentunya nanti akan disampaikan perwakilan dari perusahaan kepada pemilknya,” kata Suyatno.

Sementara Popo selaku Humas UD Sejati mengatakan, apa yang menjadi tuntutan warga akan disampaikan kepada pimpinan. Dia menuturkan, tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan apa yang menjadi tuntutan warga.

“Saya akan menyampaikam permintaan warga  pepada pimpinan. Dan apa yang menjadi tuntutan warga mudah-mudahan kesepakatan yang didapat disetujui pimpinan,” ucapnya.

Disinggung persoalan limbah, Popo mengatakan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Asahan. Menurutnya, per 3 bulan hasil laporannya diserahkan ke dinas terkait.

Mengenai tak diserahkannya dana CSR selama 2 tahun belakangan ini kepada warga, perwakilan perusahaan ini tidak bisa menjawab dan terlihat bingung.

Pertemuan mediasi itu dihadiri Camat Air Joman, Ruslan Sitorus, Babinsa, perwakilan warga Dusun I,III dan VI Desa Punggulan, serta Lingkungan III Kelurahan Binjai Serbangan. (Heru)