K3S Kecamatan Siantar di Gedung MUI, Guru dan Kepsek Bayar Rp 170 Ribu

Ketua K3S Kecamatan Siantar, Voor Minggu Haloho.

Simalungun, Lintangnews.com | Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, menggelar work shop dan pelatihan pengembangan hots pada kurikulum 13, Selasa (2/7/2019).

Mirisnya, para guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) sebagai peserta work shop yang digelar di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar itu harus merogoh isi kantung sendiri karena dibebankan biaya.

“Ada work shop di MUI, dimana pesertanya guru dan Kepsek khusus di Kecamatan Siantar, tetapi itu membayar,” ungkap salah seorang guru dari seberang telepon selulernya.

Lanjutnya, masing-masing peserta workp shop yang berjumlah sekira ratusan orang lebih itu membayar sebesar Rp170 ribu.

“Banyak juga yang hadir guru sama kepsek. Per orang membayar sebesar Rp170 ribu. Kalau penyelenggaranya K3S Kecamatan Siantar,” paparnya.

Diketahui, pelaksanaan work shop dengan menghadirkan fasilitator dari Medan itu berlangsung selama 1 hari saja.

Ketua K3S Kecamatan Siantar, Voor Minggu Haloho saat ditemui usai pelaksanaan work shop, menyampaikan pelaksanaan hanya 1 hari.  “Pesertanya ada 170 orang. Workp shop ini untuk pelatihan dan pengembangan hots pada kurikulum 13,” ujar pria berkulit hitam manis.

Disinggung, mengenai bayaran masing-masing guru dan Kepsek sebesar Rp170 ribu, Voor Minggu membenarkan dan mengatakan itu iuran dari K3S.

“Iya, itu dari iuran setiap bulan K3S sebesar Rp 50 ribu. Kalau yang membayar itu mungkin karena iurannya setiap bulan menunggak,” jelasnya, sembari mengaku work shop hasil keputusan bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) saat di Raya.

Sebelumnya. Fasilitator dari LPMP Provinsi Sumatera Utara bermarga Simanjuntak yang dikonfirmasi saat akan meninggalkan lokasi kegiatan mengaku, keberadaannya hanya sebagai fasilitator. Dan itu atas undangan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun.

“Kita disini hanya sebatas fasilitator atau narasumber. Kita diundang oleh dinas. Terkait imbalan, kita kurang tau,” bilangnya. (Zai)