Kasus Cabul Meningkat, Aris Merdeka Sirait akan ke Tebingtinggi

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Meningkatnya kasus cabul di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, mmebuat Arist Merdeka Sirait selaku  Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) akan turun ke Kota Tebingtinggi.

Pria kelahiran tahun 1960 ini mengaku juga akan melakukan sejumlah kegiatan seperti nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan instansi terkait, tanpa menyebut instansi yang dimaksud.

“Kita berkomitmen dalam menjalankan tugas selaku Komnas PA,” sebut Arist Merdeka, Kamis (4/4/2019) via telepon seluler.

Sebelumnya diketahui beberapa hari lalu seorang terduga pelaku cabul benama Pendi S (48), warga Jalan Pramuka, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, diciduk personil Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi. Pendi diciduk dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kasat Reskrim, AKP Rahmadani melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Dora Simanjuntak mengatakan, pengaduan atas dugaan pencabulan ini masuk pada 7 Maret 2019 lalu.

“Penangkapan pelaku berdasarkan adanya surat Laporan Kepolisian Nomor : LP/90/III/2019/SU/RES/SPKT.TT tanggal 7 Maret 2019 terkait kasus pencabulan,” sebut Iptu Dora.

Penangkapan Pendi dilakukan di Jalan Pramuka, Kota Tebing Tinggi pada Senin (18/3/2019) kemarin. Setelah ditangkap, petugas langsung membawanya ke Polres Tebingtinggi untuk dimintai keterangan.

Hasilnya, pelaku yang juga penyandang tunawicara itu mengakui pencabulan dilakukannya kepada korban berinisial FS yang masih berusia 13 tahun. “Pengakuannya melakukan sebanyak 2 kali. Pelaku mengiming-imingi korban uang Rp 15 ribu,” ujar Iptu Dora.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 (2) subsider Pasal 82 (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.

“Kini tersangka telah kita amankan di Mapolres Tebingtinggi guna pemeriksaan lebih lanjut,”terang  Iptu Dora seraya mengaku, kalau dirinya belum mengetahui rencana kedatangan Komnas PA ke Tebingtinggi. (purba)