Kejari Siantar Tetapkan Mantan Dirut PD PAUS Sebagai Tersangka dan Kerugian Rp 500 Juta  

Kasi Pidsus Kejari Siantar, Dostom Hutabarat.

Siantar, Lintangnews.com | Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Pemko Siantar, Herowhin Sinaga ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar.

Selain itu, pihak Kejaksaaan juga telah menetapkan 2 orang tersangka yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemko Siantar, Posma Sitorus dan Sekretaris, Acai Sijabat terkait dugaan korupsi Smart City pada tahun 2017.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Dostom Hutabarat ketika dikonfirmasi awak media, Menurutnya, ada 3 orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Siantar yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

“Yang pertama Herowhin, kita tetapkan menjadi tersangka karena kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal yang dilakukan pada Tahun Anggaran (TA) 2014. Bahkan Herowhin ditetapkan menjadi tersangka pada tanggal 10 Juli 2019,” ucap Dostom, Senin (22/7/2019).

Lanjutnya, kerugian negara yang mereka ekspos kemarin sebesar Rp 500 juta. Untuk kasus ini masih Herowhin saja yang dijadikan tersangka. Rencananya minggu depan akan dilakukan pemanggilan kembali untuk pemeriksaan.

Selain itu, Dostom juga menyatakan, penetapan tersangka terhadap Posama Sitorus dan akan dilakukan pemeriksaan pada minggu depan.

“Akan kita lakukan pemanggilan terhadap Kadis Kominfo. Penetapan tersangka terhadap Posma atas kasus dugaan Smart City pada tahun 2017 dan merugikan negara sebesar Rp 400 juta,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk Acai Sijabat sudah dilakukan pemeriksaan pada Selasa 16 Juli 2019. Dan itu baru pemeriksaan pertama. Acai juga mau mengambil pengacara pribadi untuk pemeriksaan selanjutnya.

“Kita juga akan melakukan pemanggilan kepada pihak PT TNC selaku pelaksana proyek,” ungkap Dostom.

Untuk barang buktinya adalah dokumen perencanaan, kontrak dan dokumen pencairan.

“Kalau untuk tersangka baru, kita lihat nanti sesuai dengan pemeriksaan,” kata Dostom mengakhiri. (Res)