Kembali Dihadang Warga, Truk Kontainer Pakan Ikan Aquafarm Terpaksa Parkir

Warga Parapat saat adu mulut dengan anggota OKP.

Simalungun, Lintangnews.com | Sebagian warga Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun kembali menghadang truk kontainer berisikan pakan (pelet) ikan nila milik PT Aquafarm Nusantara.

Warga yang keberatan pun hampir saja bentrok dengan salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) ternama di Sumatera Utara.

Kejadian tersebut persisnya di samping Polsek Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (22/2/2019) malam.

Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyanto dan sejumlah personil langsung turun tangan untuk mengamankan situasi di lapangan.

AKP Bambang Priyanto dan Sekretaris Camat (Sekcam) Donny Sinaga mencoba untuk memediasi antara pihak PT Aquafarm yang diwakili B Sidabutar dengan perwakilan warga. Namun mediasi pun tak ada titik temunya, sehingga perang mulut pun terjadi.

Perwakilan warga sebanyak 3 orang yang masuk ke ruangan pertemuan tertutup, menyatakan tetap dengan pendiriannya agar truk besar bermuatan pakan diduga bermuatan 20 ton ke atas harus diganti dengan roda 6.

“Jalan yang dilintasi truk tidak semestinya dilintasi kendaraan bermuatan 20 ton ke atas, hanya itu permintaan kami,” kata salah seorang perwakilan warga, Ingot Manik.

B Sidabutar mencoba mendatangi dan melobi warga yang keberatan. Pihaknya bermohon dibiarkan truk melintasi jalan kelas III tersebut untuk malam ini saja. Pasalnya diketahui ada 12 unit truk akan melintas.

Namun warga tetap menolak permohonan B Sidabutar, dengan alasan surat yang dikeluarkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Simalungun, Ramadhani Purba dengan No 551/02/14.3/2019 tertanggal 21 Februari 2019 perihal larangan pelanggaran kelas jalan.

Sebelumnya, Ramadhani Purba sempat mengeluarkan surat No 550/859/14.3/2018 tanggal 25 Oktober 2018 perihal pemberian Ijin pemakaian jalan Kelas III kepada PT Eka Samudara, dimulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

Namun pada tanggal 18 Febuari 2019 bertempat di kantor Camat Girsang Sipang Bolon, Ramadhani mengatakan, dirinya tidak mengetahui surat per tanggal 25 oktober 2018 tersebut.

Sementara akibat penghadangan itu, antrian truk kontainer yang berhenti di berbagai tempat. Salah satunya di Santai atau Simpang Patra Jasa mengganggu arus Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat.

Ini karena puluhan truk berisikan pakan milik PT Aquafarm yang berkantor di Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) itu parkir bukan pada tempatnya. (frengki)