Kepala Proyek Sebut Pembuatan KMP di Danau Toba Tidak Perlu Plang Proyek

Kepala Proyek, Dimas Munandar saat dikonfirmasi.

Tobasa,  Lintangnews.com | Kapal Motor Penyeberangan (KMP) kembali dikerjakan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kapal berukuran 300 Gross Tonage (GT) ini lebih kecil dari KMP Ihan Batak  yang nantinya akan melayari perairan Danau Toba dari kawasan Parapat, kabupaten Simalungun-Pulau Samosir.

Hal ini dibenarkan Kepala Proyek PT Dok Bahari Nusantara, Dimas Munandar, jika KMP Roro kedua sedang dikerjakan di Galangan Kapal Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dengan biaya sebesar 30 miliar.

“KMP yang sedang dikerjakan belum memiliki nama. Jadi untuk saat ini kapal itu kita sebut KMP Roro II,” sebut Dimas, Jumat (10/5/2019).

Ditambahkan Dimas, untuk pembuatan KMP tidak perlu papan proyek. Dia menuturkan, pihaknya bukan kali ini saja kita mengerjakan KMP, seperti di Batam, tidak pernah menggunakan plang proyek.

“Yang perlu mengetahui anggaran biaya proyek pembangunan KMP secara pasti, pihak rekanan dan pemiliknya saja. Sebab kita tidak ada mendapat arahan dari pemilik untuk memasang plang proyek dan masyarakat tidak perlu mengetahui berapa pagunya,” tukasnya.

Dimas beralasan, proyek iitu dari Kemenhub dan bukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga beda kebijakan. “Itu tidak harus pakai plang proyek,” terang Dimas.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Tobasa, Pargaulan Sianipar mengaku, tidak memahami aturan dari proyek pembuatan KMP. “Sebab proyek itu berasal dari Kemenghub. Perlu tidaknya papan proyek, kita kurang faham,” katanya.

Sementara, menurut Kadis PUPR Pemkab Tobasa, Darlin Sagala, setiap pembangunan yang menggunakan uang pemerintah, maka sudah pasti menggunakan plang proyek. (asri)