Kepsek Pungli SKHUN Belum Dicopot JR Saragih, Ini Celoteh Facebookers

Komentar para Facebookers.

Simalungun, Lintangnews.com | Kabar terbaru bahwasanya JR Saragih selaku Bupati Simalungun belum juga mencopot jabatan para Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga melakukan pungutan liar (pungli) Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) mendapat pelbagai respons dari Facebookers atau pengguna Facebook.

Salah seorang Facebookers yang berceloteh miris adalah akun milik M Adil Saragih. “Jadi maksud ketua hanya berani sama pungli parkir ? Jangan gitulah ketua, pecat memecat harus melalui pemeriksaan inpektorat atau BKD,” ucapnya, Rabu (26/6/2019).

Sementara pemilik akun Ruslan menuliskan ‘Bukan gak ada nyali. Kalau ada yang menggantikan dan oke punya, pasti akan diganti,’ katanya tidak merinci apa maksud sebenarnya menanggapi demikian.

Unik lagi, dan terkesan menyindir orang nomor 1 di jajaran Pemkab Simalungun tersebut, pemilik akun atas nama Teguh Suryawan mengatakan ‘Ntar klo di pecat, dibilangin kejam x lah bpk itu’ bilangnya.

Pernyataan ini mengungkap juga adanya pungutan SKHU di Kecamatan Dolok Batu Nanggar sebesar Rp 200 ribu juga dibeberkan pemilik akun Arojisiagian Siagian. “Disini juga begitu 200 ribu lagi,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun, Orendina Lingga mengatakan akan membinasakan para Kepsek yang melakukan pungutan. Katanya, ini jika Kepsek tidak bisa lagi dibina.

Terkait apa yang telah disampaikan, Orendina Lingga itu, salah seorang guru di SMP Negeri 1 Jorlang Hataran berinisial TL menilai, itu hanya isapan jempol semata.

“Hanya isapan jempol saja pun apa yang disampaikan oknum Kabid. Buktinya Kepsek tidak pernah disurati seperti apa yang dinyatakannya (Orendina Lingga red),” bilang TL. (zai)