Ketua TP PKK Asahan Berkomitmen Tuntaskan Masalah Stunting

Ketua TP PKK Asahan, Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang saat menghadiri kegiatan stunting di Kisaran.

Asahan, Lintangnews.com | Bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan merupakan jabaran dari Nawacita ke 3 dan ke 5.

Namun upaya menghadirkan generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan dibayangi kehadiran stunting (gagal tumbuh) yang masih mengancam.

Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan yang seumurannya. Stunting terjadi diakibatkan kekurangan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Indonesia pada saat ini sedang mengalami masalah dengan stunting. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37,2 persen.

Menyikapi hal itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang berkomitmen penuh untuk menekan angka stunting di wilayah tugasnya.

Ragam kegiatan yang berhubungan dengan penanganan stunting telah masuk dalam program kerja PKK Asahan, seperti memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil.

“Kita mendorong ibu-ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali serta memberikan tambahan darah minimal 90 tablet selama kehamilan,” ujar Winda Fitrika, Sabtu (23/3/2019).

Winda Fitrika mengatakan, akan selalu memberikan bimbingan dan dorongan kepada pengurus PKK sampai ke tingkat Desa, dengan tujuan selalu memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang pentingnya memperhatikan kesehatan dan gizi pada masa kehamilan serta setelah melahirkan.

Diketahui sebagai wujud keseriusan Winda Fitika Taufan Gama Simatupang dalam menekan angka stunting, secara rutin melaksanakan pertemuan dengan seluruh pengurus PKK Kecamatan sampai ke Desa.

Winda Fitrika mengatakan, dirinya tidak jarang terjun langsung untuk meninjau  program senam ibu hamil, sosialisasi ibu hamil, dialog interaktif seputar kehamilan dan kesehatan ibu hamil, serta cuci tangan pakai sabun.

“Kita juga berharap kedepan dengan bantuan seluruh stake holder, angka stunting dapat dituntaskan atau paling tidak dapat ditekan. Ini agar cita-cita yang terkandung dalam Nawacita membangun generasi emas dari pinggiran dapat terwujud,” pungkasnya. (heru)