Korupsi Rp 299 Juta, Mantan Kades Sibuluhan Dijebloskan ke Penjara

Mantan Kades Sibuluan, Parlindungan Simanullang (tengah) saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Tipikor Polres Humbahas sebelum dijebloskan ke penjara.

Humbahas, Lintangnews.com | Mantan Kepala Desa (Kades) Sibuluan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Parlindungan Simanullang (43), dijebloskan ke penjara oleh pihak Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Humbahas, Senin (11/1/2021) kemarin.

Parlindungan dijebloskan, karena diduga mengerjakan proyek fiktif dana desa dan alokasi dana desa tahun 2018.

Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Pair Subbang Humas, Bripka Boy Sandi Lapian mengatakan, mantan Kades Sibuluan itu tersandung korupsi dalam pengelolaan anggaran keuangan desa tahun 2018. Setelah dalam penyidikan, pihaknya menemukan sejumlah alat bukti.

Bripka Boy menjelaskan, Parlindungan dalam menjalankan anggaran dana desa tahun 2018 diduga memperkaya diri sendiri selama menjabat Kades. Dengan, modus penyelewengan yang dilakukan tersangka tidak sesuai rencana penggunaan dana desa.

Di antaranya, tidak menyetorkan pajak desa sebesar Rp 51.190.863,00 ke kas negara, pembukaan jalan Ramba Ganjang dan TPT Dusun I panjang 1.500 meter, dengan pagu anggaran Rp 236.662.000,00 tidak dikerjakan namun anggaran terserap 100 persen.

Kemudian, membuat pengadaan 1 buah kamera dengan pagu anggaran Rp 3 juta, namun tidak dilaksanakan tetapi anggaran 100 persen dicairkan. Terdapat belanja modal alat kantor berupa pamlet PKK dengan harga Rp 2.500.000,00 tidak dibelanjakan namun anggaran 100 persen dicairkan.

Selain itu, belanja modal berupa mesin babat sebanyak 2 unit dengan harga Rp 6 juta. Namun, kegiatan dimaksud tidak dibelanjakan tetapi anggaran 100 persen dicairkan.

“Jadi total kerugian keuangan negara Rp 299.327.863,00. Untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan,” ujar Bripka Boy dalam siaran persnya yang diterima awak media, Selasa (12/1/2021).

Bripka Boy menambahkan, penyidik juga sudah mengamankan barang bukti yaitu APBDes tahun 2018, buku rekening Desa Sibuluan, tanda bukti penyaluran alokasi dana desa dan dana desa Tahun Anggaran (TA) 2018 dari RKUD ke RKD Desa Sibuluan dan laporan realisasi penggunaan anggaran dana Desa Sibuluan.

“Termasuk surat permintaan pembayaran, rekening koran Desa Sibuluan dan Surat Keputusan (SK),jabatan Kades/perangkat desa, serta laporan hasil pemeriksaan atau audit APIP/Inspektorat Kabupaten Humbahas,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakkan pasal 2 ayat 1 subs pasal 3 dari Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (DS)