KPUD Asahan Sampaikan Persyaratan Menjadi PPK di Pilkada 2020

65
Komisioner KPUD Asahan Bidang Partisipasi Masyarakat (Parmas), Samiun Sembara Marpaung.

Asahan, Lintangnews.com | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Asahan, Rabu (15/1/2020) akan mengumumkan persyaratan untuk menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Pemilihan Kapala Daerah (Pilkada) Serentak.

Komisioner KPUD Asahan Bidang Partisipasi Masyarakat (Parmas), Samiun Sembara Marpaung mengatakan, diumumkannya persyaratan yang ingin menjadi PPK bisa dilihat melalui website KPUD Asahan, Facebook KPUD Asahan dan setiap kantor Kecamatan di Asahan.

“Kita ketahui yang dibutuhkan minimal 5 orang di masing-masing Kecamatan. Namun harus ada 10 orang yang mendaftar menjadi PPK. Itu lah yang dimaksud contoh 2 kali kebutuhan dan kita optimis ujar Samiun, Selasa (14/1/2020) kepada lintangnews.com.

Sementara itu perpanjangan waktu pendaftaran bisa terjadi apabila 2 kali kebutuhan tidak terpenuhi. Samiun mencontohkan, Kecamatan A tidak terpenuhi kebutuhannya, maka waktu pendaftaran akan dipepanjang selama 3 hari.

“Apabla di Kecamatan tersebut 2 kali kebutuhan tidak terpenuhi, maka akan diperpanjang waktu pendaftaran,” katanya.

Terkait periodesasi untuk PPK, Samiun menjelaskan, bagi yang 2 kali berturut-turut, maka tidak bisa lagi menjadi PPK selanjutnya atau ketiga kalinya.

Dalam perhitungan 1 periodesasi ada 5 tahun. Sedangkan 2 periodesasi ada 10 tahun. “Contohnya dalam satu periodesasi terjadi 3 kali terjadi pemilihan, itu tetap dihitung baru 1 kali menjabat PPK. Artinya untuk periodesasi yang kedua, orang tersebut masih bisa menjadi PPK,” ujarnya

Diketahui masa waktu pengumuman persyaratan dihitung mulai tanggal 15-17 Januari 2020. Sedangkan waktu pendaftaran dimulai dari tanggal 18-24 Januari 2020 dan ditambah masa perpanjangan waktu selama 3 hari.

“Formulir pendaftaran untuk menjadi PPK bisa didownload di website PPID KPUD Asahan atau langsung diambil ke kantor KPUD Asahan,” sebutnya, sembari menuturkan, proses ujian masih seperti dulu yakni ujian tertulis secara manual dan wawancara.

Sedangkan untuk penambahan diketahui dari surat domisili pendaftar. Lalu pendaftar juga akan membuat surat pernyataan tidak terlibat narkoba dan surat kesehatan baik dari RSU atau Puskesmas. (Heru)