Simalungun, Lintangnews.com | Para karyawan PTPN IV Unit Tonduhan dimanfaatkan untuk mengutip ratusan ton buah kelapa sawit hasil replanting.
Hal itu dibeberkan mandor tumbang bernama Veri saat ditemui di Blok 93D Afdeling 2 PTPN IV Tonduhan yang berkedudukan di wilayah Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Jumat (3/7/2020).
“Ya selama ini memang diambil perusahaan (Unit Tonduhan). Begitu ditumbang, kan disisikan operator beko. Sore harinya karyawan yang mengambil dan itu perintah Asisten Afdeling 2, Nurhamzah Girsang,” bebernya.
Dikatakan Veri, para karyawan buah yang diperintahkan Asisten Afdeling 2 untuk memanen buah sawit rampasan atau replanting usai melaksanakan tugas utamanya. “Sore harinya sesudah pulang kerja,” terangnya.
Disinggung apakah buah replanting dibawa ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dijadikan buah produksi Afdeling, Veri mengaku, kurang mengetahuinya.
“Ya kalau itu kurang tau lah saya pak. Diantar ke PKS, berarti buah produksi lah pak,” ucapnya.
Menurutnya, kisruh yang terjadi beberapa waktu lalu di PTPN IV Tonduhan bukan persoalan buah rampasan.
“Waktu itu ributnya mengenai alat jaga malam. Bukan persoalan perebutan buah rampasan,” ucapnya.
Menurutnya, di PTPN IV Tonduhan banyak masuk sub, seperti ada perehaban jalan dan perbaikan jalan blok.
“Intinya perebutan jatah masing-masing. Ada yang minta untuk pegang ini dan itu. Bukan perebutan buah,” tegasnya.
Terpisah, Asisten Afdeling 2, Nurhamzah Girsang, Minggu (5/7/2020) membenarkan jika para karyawan yang memanen buah replanting dimaksud.
“Ya karyawan yang panen. Karena itu buah kami dan masuk produksi,” ucapnya dari seberang telepon seluler.
Menurutnya, ada ratusan ton buah produksi dari replanting yang diangkut ke PKS. “Kalau buah yang wajar-wajar saja yang diangkut ke PKS. Bukan saya yang perintah, tetapi Manager,” ungkapnya. (Zai)


